Penyelesaian Sengketa Harta Pusaka Tinggi oleh Ninik Mamak Kaum Suku Koto di Pasa Rabaa Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar
Abstract
This dispute over high inheritance rice fields occurred between Rusyda Tamin and Ahmad (the biological son of the late Ruqayah, Rusyda's older brother) from the Koto Tribe in Pasa Rabaa Nagari Panyalaian, X Koto District, Tanah Datar Regency. The beginning of this dispute occurred when Ruqayah died in 1996, Ahmad, the biological son of the late Ruqayah, began to control the rice fields inherited from his mother. The rice field is a high pusako treasure that is passed down from generation to generation to daughters. Meanwhile, Mrs. Ahmad (Ruqayah) still has living female parents and a biological sister named Rusyda. In 1998 Rusyda's mother (Lamuna) also entered the presence of God, leaving behind her only daughter, Rusyda. Yeti also experienced a similar case in one tribe. For years, Yeti had never received the results of his rice fields which had been inherited by his biological parents (Zahara, deceased). His rice field is completely controlled by the son (Herman) of his mother's brother. The resolution that was carried out by the Head of the Clan or Ninik Mamak was in deliberation to decide that: "The son of the Mother's clan can enjoy high pusako yields as long as he (the son) is still alive."
References
Ali, Achmad dan Wiwie Heryani, 2012, Menjelajahi Kajian Empiris terhadap Hukum, Kencana, Jakarta.
Asshiddiqie, Jimly, 2004, Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi, Konpres. Jakarta,
Chomzah, Ali Achmad, 2003, Seri Hukum Pertanahan III Penyelesaian Sengketa Hak atas Tanah dan Seri Hukum Pertanahan IV Pengadaan Tanah Instansi Pemerintah, Prestasi Pustaka, Jakarta.
Chaidir, Anwar, 1997, Hukum Adat Indonesia: Meninjau Hukun Adat Minangkabau, Rhineka Cipta, Jakarta.
Darwis, Danito, 1990, Landasan Hukum Adat Minangkabau, Majelis Pembina adat Alam Minangkabau (MPAAM), Jakarta.
Hamka, 1968, Adat Minangkabau dan Harta Pusakanya, dalam Mochtar Naim (Ed.), Menggali Hukum Tanah dan Hukum Waris, Center For Minangkabau Studies Press, Padang.
Kelautan, Kementerian dan Perikanan, 2017, Laut dan Masyarakat Adat, Buku Kompas, Jakarta.
Kolopaking, Anita D.A., 2013, Azas Iktikad Baik dalam Menyelesaikan Sengketa Kontrak Melalui Abitrase, Alumni, Bandung.
Manggis, M. Rasjid, 1985, Minangkabau sejarah ringkasan dan adatnya. Mutiara Jakarta, Jakarta.
Margono, Suyud, 2000, ADR (Alternative Dispute Resolution) Dan Arbitrase Proses Pelembagaan dan Aspek Hukum, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Marthala, Agusti Efi, 2014, Penghulu dan Filosofi Pakaian Kebesaran Konsep Kepemimpinan Tradisional Minangkabau, Humaniora, Bandung.
Mertokusumo, Sudikno, 2010, Mengenal Hukum Sebagai Pengantar, Cahaya Atma Pustaka, Yokyakarta.
Nagni, Nico, 2012, Perkembangan Hukum adata Indonesia, Pustaka Yustisia, Yogyakarta.
Navis, A.A, 1984, Alam Terkembang Menjadi Guru Adat Dan Kebudayaan Minangkabau, Grafitifers, Jakarta.
Nur, Agustiar Syah, 2002, Kredibilitas Penghulu dalam Kepemimpinan Adat Minangkabau. Padang: Lubuk Agung.
Nugroho, Sigit Sapto, 2016, Pengantar Hukum Adat Indonesia, Pustaka Iltizam, Solo.
Philiang, Edison dan Nasrun Datuak Marajo Sungut, 2023, Tambo Minangkabau Budaya dan Hukum Adat di Minangkabau, Kristal Multimedia, Bukittinggi.
Piliang, Edison, 2017, Budaya dan Hukum Adat Minangkabau, Kristal Multimedia, Bukittinggi.
Sumardjono, Maria S.W., 2008, Mediasi Sengketa Tanah, Kompas, Jakarta.
Supranto, 2003, Penelitian Hukum dan Statistik, Rineka Cipta, Jakarta.
Sudarso, 2002, Kamus Hukum, Cetakan, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Syarifuddin, Amir, 1984, Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam Dalam Lingkungan Adat Minangkabau, Gunung Agung, Jakarta.
Thalib, Sayuti, 1985, Hubungan Tanah Adat dengan Hukum Agraria di Minangkabau, Bina Aksara, Bandung.
Usman, Rachamadi, 2003, Pilihan Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan, Citra Aditya Bakti, Bandung.
Utomo, Laksanto, 2016, Hukum Adat, Rajawali Pers, Jakarta.
Vank Dijk, 2006, Pengantar Hukum Adat Indonesia, Mandar Maju, Bandung.
Winarta, Frans Hendra, 2011, Hukum Penyelesaian Sengketa, Arbitrase Nasional Indonesia dan Internasional, Sinar Grafika, Jakarta.
Adri Noviardi, Harta Waris Pusaka Tinggi Adat Minangkabau Perspektif Maslahah Mursalah Asy-Syathibi, Fakultas Syari’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Journal of Family Studies, Volume 4. Issue 4. 2020
Adit Sekofier, Wewenang Kerapatan Adat Nagari Sungai Pua Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Nagari Di Nagari Sungai Pua Kabupaten Agam, Skripsi, Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Syariah Dan Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau, 2021.
Ali Amran, ‘Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat Melalui Lembaga Adat di Minangkabau Sumatera Barat’, Volume 3, Nomor (2) Jurnal Hukum Acara Perdata Adhaper 175, 2017
Andre Indrasukma, Pengelolaan Harta Pusaka Tinggi di Minangkabau, Studi Kasus di Kubang Putiah Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatra Barat, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jurnal Al-Aḥwāl, Vol. 14, No. 1, Tahun 2021 M/1442 H
Apri Hendri dkk, Pengalihan Harta Pusaka Tinggi Perspektif Hukum Adat dan Hukum Islam (Studi Kasus di Nagari Durian Gadang Kecamatan Sijunjung), Alumni Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, Jurnal Integrasi Ilmu Syari‘ah, Volume 1I, Nomor 1, Januari-April 2021
Betty Mauli Rosa Bustam, ‘The Society of Minangkabau In Tulid Sutan Sati’s Sengsara Membawa Nikmat, Between Local Traditions And Islamic Teachings’ (2016) 1 (1) Analisa Journal of Social Science and Religion
Boboy Tarochi Juwita, Santoso Budi, Irawati, Penyelesaian Sengketa Pertanahan Melalui Mediasi Berdasarkan Teori Dean G.Pruitt Dan Jeffrey Z.Rubin, Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro
Daniel Fitzpatrick, "Disputes And Pluralism In Modern Indonesian Land Law", Yale Journal Of International Law, 22 Yale J Int'l 171, 1997. Diakses Pada Tanggal 31 Agustus 2020 Dan Diterjemahkan Oleh Google Translate
Erwan Baharuddin, Akulturasi Sistem Kewarisan: Penyelesaian Sengketa Pusaka Tinggi di Minangkabau, Lex Jurnalica, Volume 14 Nomor 3, Desember 2017
Erwin, "Pemanfaatan Tanah Ulayat Yang Menguntungkan Masyarakat", Jurnal Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Andalas, Vol. 24, No 2 2011
Hartiman, Andry Harijanto, 2007, Bahan Ajar Hukum Adat, Penerbit PHK A2, Bengkulu.
Hayatul Ismi, Pengakuan dan Perlindungan Hukum Hak Masyarakat Adat Atas Tanah Ulayat dalam Upaya Pembaharuan Hukum Nasional, Jurnal Ilmu Hukum, Volume 3 No. 1
Hayatul Ismi dkk, Penyelesaian Sengketa Gadai Tanah Berdasarkan Hukum Adat Nagari Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, JOM Fakultas Hukum Universitas Riau Volume IX No. 1 Januari - Juli 2022
Hengki Firmanda S, Hukum Adat Masyarakat Petapahan dalam Pengelolaan Lingkungan Sebagai Upaya Pemenuhan Hak Masyarakat Adat, Jurnal Fikri, Fakultas Hukum Universitas Riau, Vol. 2, No. 1, Juni 2017.
Indra Rahmat, “Pengelolaan Harta Pusaka Tinggi dalam Masyarakat Adat Minangkabau”, Jurnal Bakaba, Prodi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat, Volume 8, Nomor 1, Bulan Juni, 2019
Iva Ariani, Nilai Filosofis Budaya Matrilineal Di Minangkabau (Relevansinya Bagi Pengembangan Hak-Hak Perempuan Di Indonesia), Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Jurnal Filsafat, Vol. 25, No. 1, Februari 2015.
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus versi online/daring (dalam jaringan) https://kbbi.lektur.id/kaum, diakses, tanggal, 14 November 2022.
Kurnia Warman, “Pendaftaran Tanah Pusako sebagai Tanah Milik Adat melalui Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap di Sumatera Barat”, Makalah disampaikan pada Focused Group Discussion (FGD), Pusat Kajian Hukum Adat :Djojodiegono”, Fakultas Hukum UGM, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, dan Perkumpulan HUMA, Yogyakarta, 23 April 2019.
Lia Safitri, Ichsan Malik, dan Josephine R. Marietta, ‘Nagari Sebagai Prata Penyelesaian Konflik Suatu Kajian Tentang Kerapatan Adat Nagari di Nagari Ketapiring Pariaman Sumatera Barat’ (2018) 8 (1) Jurnal Pertahanan & Bela Negara.
Lilis, Tradisi-Tradisi Dalam Pembagian Harta Warisan di Masyarakat Minangkabau, Universitas Negeri Makassar, Siwayang Journal, Volume 2, No.1 (2023).
Linda Firdawaty, “Pewarisan Harta Pusaka Tinggi Kepada Anak Perempuan di Minang Kabau dalam Perspektif Perlindungan Terhadap Perempuan dan Hukum Islam,” Jurnal ASAS 10, no. 02 (July 9, 2019): 81–93, https://doi.org/10.24042/asas.v10i02.4533.
Misnal Munir, Sistem Kekerabatan Dalam Kebudayaan Minangkabau: Perspektif Aliran Filsafat Strukturalisme Jean Claude Levi-Strauss Fakultas Filsafat, Jurnal Filsafat, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Vol. 25, No. 1, Februari 2015.


