Peran Guru Dalam Menangani Anak Dengan Kecemasan Berpisah Dari Orang Tuanya ( Separation Anxiety Disorder)
Abstract
Anak yang mengalami kecemasan berpisah juga membutuhkan dukungan emosional baik dari guru maupun orang tua sebagai orang terdekatnya. Guru dan orang tua memiliki peran yang penting untuk dapat membantu meningkatkan pemahaman dan keterampilan serta bekerja sama dalam menangani permasalahan yang dihadapi di sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran guru dalam menangani anak dengan kecemasan berpisah dengan orang tuanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kuisioner dan observasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu anak kelompok A dan B di Tk Miftahussadah dan 15 responden orang tua dan 15 guru PAUD untuk pengumpulan data angket kuisoner. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan ditemukan hasil pengolahan data berupa angket kuisioner yang telah dibagikan ditemukan bahwa sebanyak 75 % responden menyatakan ya jika anak sering menangis ketika berpisah dengan orang tuanya di sekolah dan menyetujui bahwa peran serta, keterlibatan dan kerja sama antara orang tua dan guru sangat penting untuk membantu menangani anak dengan kecemasan berpisah.
References
Al-Biltaqi, M. dan E.A. Sarhan. 2016. Anxiety Disorder in Children: Review. Journal of Paediatric Care Insight. Vol:1, Issue:1. http://verizonaonlinepublishing.com/PDF/Paediatric/JournalofPaediatricCareInsight5. Pdf. 23 Januari 2018 (14:37).
Albano, A.M. & Kendall, P.C. (2002). Cognitive Behavioral Therapy for Children and Adolescents with Anxiety Disorder: Clinical Research Advances.International Review of Psychiatry
Davison, G. C., John, M. N., & Ann, M. K. (2006). Psikologi abnormal (Edisi ke9). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Dabkowska, M., Araszkiewicz, A., Dabkowska, A., Wilkosc, M. (2011). Separation Anxiety in Children and Adolescents Handbook of Different Views of Anxiety Disorders
Figueroa, A., Soutullo, C., Ono, Y., & Saito, K. (2012). Separation anxiety. IACAPAP e-textbook of child and adolescent mental health. International Association for Child and Adolescent Psychiatry and Allied Professions, Geneva Google Scholar.
Hasanah, N. (2013). Terapi Token Ekonomi untuk Mengubah Perilaku Lekat di Sekolah. Jurnal Humanitas, 10(1) 1 – 18
Halgunseth, L. (2009). Family engagement,diverse families and early childhood education programs; An integrated review of the literature. Young Children, 64(5), 56-58
Herdiansyah, Haris. 2010. Metodelogi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-ILMU Sosial Jakarta: Salemba Humanika.
Jacob, M. L., Suveg, C., & Whitehead, M. R. (2014). Relations between emotional and social functioning in children with anxiety disorders. Child Psychiatry and Human Development, 45(5), 519–532. https://doi.org/10.1007/s10578-013-0421-7
Peleg, O., Halaby, E., Whaby, E. (2006). The Relationship of Maternal Separation Anxiety and Differentiation of Self to Children’s Separation Anxiety and Adjustment to Kindergarten : A Study in Druze Families. Anxiety Disorders, 20 973 – 995
Padan, W.H. (2010). Efektivitas fading untuk meningkatkan kemampuan duduk sendiri di kelas pada anak yang mengalami separation anxiety disorder (SAD).
Powell. D. R. et al. (2010), “Parent-school relationships and children‟s academic and social outcomes in public pre kindergarten”, Journal of School Psychology, Vol. 48, pp. 269-292.
Puspitasari, I., & Wati, D. E. (2018). Strategi parent-school partnership: Upaya preventif separation anxiety disorder pada anak usia dini. Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 49-60. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/YaaBunayya/article/view/2811
Lazarus, R.S., Dodd, H.F., Majdadzic, M., Vente, W., Morris, T., Byrow, Y., Bogels, S.S., & Hudson, J.L. (2016). The relationship between challenging parenting behaviour and childhoof anxiety disorders. Journal of Affevtive Disorders, 190, 784-791
Manurung, N. (2012). School refusal pada anak Sekolah Dasar. Jurnal Psikologi Undip, 11(1).
Moldovan, O. D., Moldovan, T. (2013). The Separation Anxiety at Kindergarten Children. Journal Plus Education, 11(2) 97 – 104.
McBride, B.A., Bae, J.H., & Blatchford, K. (2003). Family-school-community partnerships in rural Prek at-risk programs. Journal of early childhood
research, 1(1), 49-72
Mohajan, H.(2018): Qualitative Research Methodology in Social Sciences and Related Subjects. Published in: Journal of Economic Development, Environment and People. Vol. 7 No. 1 (31 March 2018): pp. 23-48
Mahfuzh, S M J. (2001). Psikologi anak dan remaja muslim. Jakarta : Pustaka AlKautsar.
Mukhtar, S, dkk. (2018). Analisis Kompetensi Calon Pendidik Profesional di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Jurnal Parameter Vol 30 No 1 P-ISSN : 0216-261X E-ISSN : 2620-9519
Nazir. (2011). Metode penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Scheneider,S., Kossowsky, J., Wilhelm, F.H.. (2013). Responses to Voluntary Hyperventilation in Children with Separation Anxiety Disorder : Implication for The Link to Panic Disorder. Journal of Anxiety Disorder, 27 627 - 634.
Sadock, B.J., Sadock, V.A., & Ruiz, P. (2015). Kaplan & Sadock’sSynopsis of Psychiatry: Behavioral Sciences / Clinical Psychiatry Ed.11. Philadelphia: Wolters Kluwer.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT. Alfabet
Sanjaya, W. (2016). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: PT. Kencana.
Uno, H B. (2011). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan.Jakarta: PT. Bumi Aksara.
UNICEF (2008a), “The Child Care Transition”, Innocenti Report Card 8, UNICEF Innocenti Research Centre, Florence.
Wade, C., & Tavris, C. (2007). Psikologi. Penerbit Erlangga, Jakarta.Widiani, E. (2016). Hubungan antara kemampuan ibu dalam menstimulasi perkembangan psikososial otonomi yang diberikan kelompok terapeutik dengan separation anxiety pada toddler. Jurnal Care, 4(3), 111-123


