Tradisi Bajapuik pada Adat Perkawinan Masyarakat Pariaman di Kelurahan Talang Mandi Kota Duri

  • Yolanda Eka Putri riau
  • Yoskar Kadarisman Universitas Riau
Keywords: Tradisi,, Masyarakat, Perkawinan Bajapuik

Abstract

This research was conducted in Talang Mandi Village, Mandau District, Bengkalis Regency with the aim of finding out the process of the bajapuik tradition in Talang Mandi Village and the reasons why overseas people do not use pick-up money. In determining research subjects using criteria determined by the researcher or what is called a purposive technique. This research uses qualitative methods with data collection techniques through interviews and documentation. The number of research subjects was 6 people. The theory used is the Theory of Social Change by Piotr Sztompka. The results of this research are that there are social changes that have occurred in the Pariaman community in Talang Mandi Village, the community no longer uses collection money and does not carry out the bajapuik tradition process in accordance with Pariaman. The changes that occur in the community in Talang Mandi Village are caused by new cultural contacts, people's thinking is increasingly advanced and they do not want to be bound by existing traditions so that people carry out traditional Bajapuik activities according to the abilities of their respective families. In the last 7 years, a very prominent change is because marriages are no longer arranged because of arranged marriages but because of dating so that the bride and groom who want to get married already have an agreement between the two of them before a meeting between the parents or what is called maanta asok is held. Likewise, parents no longer worry about the invitation fee or the actual traditional process.

References

Amelia, R., & Rahmania, R. (2019). Budaya Hukum perkawinan Bajapuik bagi masyarakat Pariaman. Fakultas Hukum, Jakarta.

Amir, MS. (2003). Adat Minangkabau (Pola dan Tujuan Hidup Orang Minangkabau). Jakarta: Mutiara Sumber Widya

Cholid Naruko, Abu Achmadi, Metodologi Penelitian, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007

Dalmeda, M. A., & Elian, N. (2017). Makna tradisi Tabuik oleh masyarakat Kota Pariaman (Studi deskriptif interaksionisme simbolik). Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya,18(2), 135-150.

Djam‟an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung:

Alfabeta, 2011

Erfan, M. (2021). Spirit Filantropi Islam dalam Tindakan Sosial Rasionalitas Nilai Max Weber. Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah), 54-64.

Goa, L. (2017). Perubahan Sosial Dalam Kehidupan Bermasyarakat. SAPA – Jurnal Kateketik dan Pastoral, 2(2), 53–67. https://doi.org/10.53544/sapa.v2i2.40

Hilman,Hadikusuma.(2007).Hukum Perkawinan Indonesia Menurut Perundangan, Hukum Adat, dan Hukum Agama, Bandung : Mandar Maju.

Istiqomah Laila, Tradisi Bajapuik Pada Perkawinan Masyrakat Pariaman di Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Jurnal Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, Pekanbaru Jom FISIP Vol. 05 Edisi II Juli-Desember 2018.

Maihasni, “Eksistensi Tradisi Bajapuik Dalam Perkawinan Masyarakat Pariaman Minangkabau Sumatera Barat",

Ninla Elmawati Falabiba. (2019). Endogamous Marriage, Exogamy, ETC. 1, 1–12.

Putri, I. D., Amelisca, D., & Nengsih, S. Pewarisan Menurut Hukum Waris Islam Terhadap Sistem Kekerabatan Matrilineal Minangkabau. 197-211.

PUTRI, R. (2020). Bajapuik Dalam Tradisi Perkawinan Di Kota Pariaman. Jom FISIP, 7(1), 1–15.

Rahayu, R. G. (2023). Pergeseran Makna Tradisi Bajapuik Adat Pernikahan Pariaman. DIALEKTIKA KOMUNIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Pembangunan Daerah, 11(1), 16–25. https://doi.org/10.33592/dk.v11i1.3628

Ramot, Silalahi. (2002). Pola Hubungan Kekerabatan Masyarakat Padang Pariaman Dalam Upacara Perkawinan. Padang: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang.

Ritzer, G & Douglas J. Goodman. 2011. Teori Sosiologi Modern ; Edisi Keenam. Jakarta : Prenada Kencana Media Group

Ritzer, G. 2012. Teori Sosiologi Klasik-Postmodern. Edisi Kedelapan.Penerbit Pustaka Pelajar

Roni Zuli Putra, “Tradisi Uang Japuik dan Status Sosial laki-laki” Skripsi Program Sarjana Universitas Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2016

Sangadji, S. S., Marx, K., Weber, M., & Dhurkiem, E. (2018). Tiga Teori Klasik yang Menjadi Grand Theory pada Awal Masa Perkembangan Ilmu Pengetahuan Social.

Sahbani, F., Hayatunnufus, H., & Rahmiati, R. (2021). Tinjauan Tentang Upacara Adat Perkawinan Dan Tata Rias Pengantin Di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman.Journal Of Home Economics And Tourism,15(2).

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Alfabeta

Suryono,Agus. 2020. Teori dan Strategi Perubahan Sosial. Cetakan Pertama. Jakarta : Bumi Aksara

Sztompka, Piotr. 2011. Teori Perubahan Sosial. Edisi pertama. Jakarta : Prenada Media Group

Teresa, T. (2021). Tradisi Uang Jemputan Dalam Perkawinan Masyarakat Adat Padang Pariaman Perantauan Di Bandar Lampung Dalam Perspektif Hukum Islam (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG)

Welhendri, Azwar. (2001). Matrilokal dan Status Perempuan dalam Tradisi Bajapuik. Yogyakarta : Galang Press.

Zike Marta, “Persepsi dan Makna Tradisi Perkawinan Bajapuik pada Masyarakat Sungai Garingging Kabupaten Padang Pariaman”. Jurnal Biokultur, Vol. 9, No. 1, 2020

Published
2024-06-29
How to Cite
Putri, Y., & Kadarisman, Y. (2024). Tradisi Bajapuik pada Adat Perkawinan Masyarakat Pariaman di Kelurahan Talang Mandi Kota Duri. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(12), 903-911. https://doi.org/10.5281/zenodo.12589603

Most read articles by the same author(s)