Analisis Alih Kode Dan Campur Kode Dalam Dialog Novel Meulborne Rewind Karya Winna Efendi Sebagai Rekomendasi Penggunaan Materi Pembelajaran Di SMA
Abstract
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini ialah Bagaimana bentuk alih kode dan campur kode pada novel dalam dialog Novel Melbourne Rewind karya Winna Efendi, Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode dalam dialog Novel Melbourne Rewind karya Winna Efendi. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan dikaji berdasarkan kajian sosiolinguistik. Menggunakan metode analisis. Sumber data yang digunakan adalah Novel Melbourne Rewind karya Winna Efendi. Data yang dikumpulkan berupa dialog percakapan para tokoh dalam tersebut. Hasil dari penelitian yang telah dibuat dapat disimpulkan, bahwa bentuk penyampaian alih kode dan campur kode terdiri dari faktor yang mempengaruhi alih kode dalam bahasa Indonesia pada Novel Melbourne Rewind karya Winna Efendi melibatkan pemakaian dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai kode utama, dan wujud alih kode dari bahasa Indonesia pada Novel Melbourne Rewind karya Winna Efendi antara lain: (1) Alih kode dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris; (2) Alih kode dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Sama halnya dengan alih kode yang tedapat dua bahasa pada novelnya, hasil campur kode, terdiri dari faktor penyebab terjadinya peristiwa campur kode dalam bahasa Indonesia melibatkan pemakaian dua bahasa yaitu (1) Terdapat tuturan campur kode dalam dialog Novel Melbourne Rewind karya Winna Efendi yaitu kalimat yang menggunakan bahasa Indonesia dicampur dengan beberapa kata bahasa Inggris. (2) Terdapat tuturan campur kode dalam dialog Novel Melbourne Rewind karya Winna Efendi yaitu kalimat yang menggunakan bahasa Inggris dicampur dengan beberapa kata bahasa Indonesia.
References
Alwi dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia: Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Aslinda, & Syafyahya, L. (2010). Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: Refika Aditama.
Azwardi. (2018). Menulis Ilmiah. Banda Aceh: Bina Karya Akademika.
Chaer, A., & Agustina, L. (2012). Sosiolinguistik : Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul dan Agustina. 2010. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2009. Psikolinguistik: Kajian Teoritik. Jakarta: Rineka Cipta.
Denzin, dkk. 1994. Handbook of Qualitative Research. New Delhi: Sage Publications.
Efendi, W. (2013). Melbourne Rewind. Jakarta: Gagas Media.
Harimurti. 2008. Kamus Linguistik: Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Holmes, J. (2013). An Introduction to Sosiolinguistics . New York: Routledge.
HP, Achmad dan Alek Abdullah. 2002. Linguistik Umum. Jakarta: Erlangga. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Humaniora 98 Kridalaksana,
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Utama.
Kushartanti, dkk. 2007. Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Moleong, Lexy J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Karya.
Ohoiwutun, Paul. 2002. Sosiolinguistik: Memahami Bahasa dalam Konteks Masyarakat dan Kebudayaan. Jakarta: Kesaint Blanc.
Rahardi, K. (2001). Sosiolinguistik, Kode dan Alih Kode. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rokhman, F. (2013). Sosiolinguistik: Suatu Pendekatan Pembelajaran Bahasa dalam Masyarakat Multikultural . Yogyakarta: Graha Ilmu.
Siregar, Bahren Umar. 2011. Seluk- Beluk Fungsi Bahasa. Jakarta: Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Sugiyono. (2017). METODE PENELITIAN Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Suwito. 1983. Sosiolinguistik Teori dan Problema. Surakarta: Hanary Ofset Solo
Thomason, S. G. (2001). Language Contact. Washington DC: Georgetown University Press.


