Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Penyakit Tuberkulosis Paru Pasien Rawat Inap Di RSIJ Cempaka Putih

  • Elsa Chandra Gita Universitas Esa Unggul
  • Lily Widjaja Universitas Esa Unggul
  • Daniel Happy Putra Universitas Esa Unggul
  • Dina Sonia Universitas Esa Unggul

Abstract

Dampak dari ketidakakuratan kode diagnosis adalah menurunnya kualitas pelayanan rumah sakit, pembayaran klaim tarif INA-CBG’s yang akan menghambat pembayaran, ketidakakuratan angka kesakitan, kematian, dan laporan statistik rumah sakit. Penelitian dilakukan di RSIJ Cempaka Putih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi SPO penyakit dan kode tindakan, menganalisis keakuratan kode diagnosis penyakit tuberkulosis paru pada pasien rawat inap, dan mengidentifikasi penyebab ketidakakuratan kode diagnosis penyakit tuberkulosis paru pada pasien rawat inap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi berjumlah 658 rekam medis dengan sampel sebanyak 96 rekam medis. Sampel ditentukan dengan menggunakan rumus slovin. SPO untuk diagnosis dan pengkodean tindakan secara umum telah berjalan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 46 rekam medis (48%) dengan kode diagnosa benar, 25 rekam medis (26%) salah digit ke 3, 20 rekam medis (21%) salah digit ke 4, 5 rekam medis (5%) dengan digit ke-3 dan ke-4 yang salah. Faktor penyebab tidak akuratnya kode diagnosis terdapat pada faktor manusia, dalam hal ini pembuat kode tidak memperhatikan keakuratan catatan yang merinci keakuratan pengkodean pada ICD-10. Faktor materi, belum tersedianya alat coding seperti kamus kedokteran dan buku ICD-10. Faktor metode, SPO belum menjelaskan secara spesifik langkah-langkah cara coding.

References

Dicky. (2008). Tinjauan Pustaka Rekam Medis Tentang Kodefikasi. 269. eprints.dinus.ac.id

Girsang, M., Tobing, K., & Rafrizal. (2007). Faktor Penyebab Kejadian Tuberculosis Serta Hubungannya Dengan Lingkungan Tempat Tinggal Di Provinsi Jawa Tengah. ISSN 2502-3632 (Online) ISSN 2356-0304 (Paper) Jurnal Online Internasional & Nasional Vol. 7 No.1, Januari – Juni 2019 Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. www.journal.uta45jakarta.ac.id

Indawati, L. (2017). Identifikasi Unsur 5M Dalam Ketidaktepatan Pemberian Kode Penyakit dan Tindakan (Systematic Review).

Kemenkes RI. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2013. Journal of the American Chemical Society, 123(10), 2176–2181. https://shodhganga.inflibnet.ac.in/jspui/handle/10603/7385

Kemenkes RI. (2020). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor : HK.01.07/MENKES/312/2020 Tentang Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. 21(1), 1–9.

Kosanke, R. M. (2019). Tuberculosis Paru. 9–28.

Lestari Muslimah, D. D. (2019). Physical Environmental Factors and Its Association with the Existence of Mycobacterium Tuberculosis: A Study in The Working Region of Perak Timur Public Health Center. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 26. https://doi.org/10.20473/jkl.v11i1.2019.26-34

Loren, E. R., Wijayanti, R. A., & Nikmatun, N. (2020). Analisis Faktor Penyebab Ketidaktepatan Kode Diagnosis Penyakit Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan, 1(3), 129–140. https://doi.org/10.25047/j-remi.v1i3.1974

Mardiono, S. (2013). Pengaruh Latihan Batuk Efektif Terhadap Frekuensi Pernafasan Pasien TB Paru. Pengaruh Latihan Batuk Efektif Terhadap Frekuensi Pernafasan Pasien TB Paru, 1(2), 224–229.

Rahmawati, eni nur. (2016). Hubungan Antara Kelengkapan Informasi Medis Dengan Keakuratan Kode Diagnosis Tuberkulosis Pada Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di Ruamh Sakit Umum Daerah Dr. MOEWARDI. 15(1), 165–175. https://core.ac.uk/download/pdf/196255896.pdf

Siswati. (2018). Manajemen Unit Kerja II Perencanaan SDM Unit Kerja RMIK. https://www.ptonline.com/articles/how-to-get-better-mfi-results

Suparyanto & Rosad. (2020). Kepatuhan Perawat Melaksanakan Standar Prosedur Operasional: Pencegahan Pasien Resiko Jatuh Di Gedung Yosef 3 Dago Dan Surya Kencana Rumah Sakit Borromeus. Suparyanto & Rosad, 5(3), 248–253.

Utami, Y. T., & Rosmalina, N. (2019). Hubungan Kelengkapan Informasi Medis Dengan Keakuratan Kode Tuberculosis Paru Berdasarkan ICD-10 pada Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di BBKPM Surakarta. Smiknas. https://ojs.udb.ac.id/index.php/smiknas/article/view/724/650

Published
2024-04-30
How to Cite
Gita, E., Widjaja, L., Putra, D., & Sonia, D. (2024). Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Penyakit Tuberkulosis Paru Pasien Rawat Inap Di RSIJ Cempaka Putih. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(7), 378-386. https://doi.org/10.5281/zenodo.11070313