Pengaruh Kolonial pada Tata Kota Sidayu Akhir Abad 19 sampai Pertengahan 20: Kajian Morfologi Arkeologi

  • Fathimatuz Zahro Universitas Udayana
  • I Wayan Srijaya Universitas Udayana
  • Kadek Dedy Prawirajaya R Universitas Udayana
Keywords: Sidayu, Urban Planning, Colonial, Morphology

Abstract

Sidayu awalnya merupakan kadipaten dan kemudian mengalami perubahan status menjadi kawedanan. Hal tersebut terjadi karena Sidayu berada dibawah kekuasaan Kolonial. Tata kota Sidayu sedikit berbeda dengan kebanyakan kota di Jawa umumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk tata kota Sidayu pada abad akhir 19 sampai pertengahan 20. Metode pada penelitian ini menggunakan penentuan dimensi bangunan berdasarkan Peta, dokumen dan wawancara. Penelitian yang dilakukan bersifat kualitatif dengan mempelajari morfoologi ruang dengan perspektif arkeologi.. Analisis keruangan serta morfologi ruang digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi komponen pembentuk ruang kota Sidayu periode akhir abad 19 hingga pertengahan abad 20. Hasil penelitian antara lain Sidayu memiliki tata kota khas karena mendapat pengaruh kolonial. Tata kota Sidayu pada akhir abad 19 sampai pertengahan 20 ditandai dengan adanya masjid di sebelah barat laut alun-alun, kantor kawedanan berada di sebelah timur alun-alun, pasar di sebelah timur (sedikit ke arah tenggara) alun-alun.

References

Ashadi. (2017). Alun-alun Kota Jawa. Arsitektur UMJ Press. https://www.researchgate.net/publication/319442164

Bruijne, G. A. de. (1985). The Colonial City and The Post Colonial World. In Comparative Studies in Overseas History. Martinus Nijhoff Publishers. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/978-94-009-6119-7_14

Clarke, D. L. (1977). Spatial Information in Archaeology. Academic Press.

Damayanti, R., & Handinoto. (2005). Kawasan “Pusat Kota” dalam Perkembangan Sejarah Perkotaan di Jawa. Dimensi Teknik Arsitektur, 33(1), 34-k42.

Dienst, D. E. Indies. T., & Topografische Inrichting (Jakarta, I. (1911). Java 1:50,000: Sidajoe (54/XXXIX C). In Java 1:50,000 [cartographic material]. Topografische Dienst.

Handinoto. (2010). Arsitektur dan Kota-Kota di Jawa Pada Masa Kolonial. Graha Ilmu.

Handoko, W. (2015). Tata Kota Islam Ternate: Tinjauan Morfologi dan Kosmologi. Kapata Arkeologi, 11(2), 123–138.

Inagurasi, L. H. (2002). Sidayu: Kajian Arkeologi Perkotaan Masa Islam dan Kolonial. Walennae, V(9), 11–21.

Jarwanto, E. (2020). Sidajoe : dari Kadipaten menuju Kawedanan [Book]. Pagan Press.

Kartodirdjo, S. (1987). Pengantar sejarah Indonesia baru, 1500-1900. Gramedia.

Marzuki, I. W. (2018). Perkembangan Morfologi Kota Gorontalo dari Masa Tradisional Hingga Kolonial. Berkala Arkeologi, 38(1), 41–58.

Marzuki, I. W. (2019). Tondano Masa Kolonial: Kota Kolonial Berwajah Tradisional Tondano in Colonial Era: Colonial City with Traditional Face. Tumatowa, 2(1), 13–22.

Moechtar, R. A. T. (2021). Dinamika Proses Pengendapan Sedimen Holosen di Hilir Sungai Bengawan Solo serta Wilayah Pasang Surut di Gresik dan Sekitarnya, Jawa Timur. Jurnal Geologi Dan Sumberdaya Mineral, 21(1), 9–23. https://doi.org/10.33332/jgsm.geologi.22.1.9-23p

Mundardjito, Nfn. (1995). Kajian Kawasan: Pendekatan Strategis dalam Penelitian Arkeologi di Indonesia Dewasa Ini. Berkala Arkeologi, 15(3), 24–28. https://doi.org/10.30883/jba.v15i3.666

Renfrew, C., & Bahn, P. (2016). Archaeology Theories, Methods, and Practice (Seventh edition). Thames & Hudson College.

Sunaryo, R. G., Soewarno, N., Ikaputra, & Setiawan, B. (2013). Colonial and Traditional Urban Space in Java: A Morphological Study of Ten Cities. DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment), 40(2), 77–88. https://doi.org/10.9744/dimensi.40.1.77-88

Tallo, A. J., Pratiwi, Y., & Astutik, D. I. (2014). Identifikasi Pola Morfologi Kota (Studi Kasus: Sebagian Kecamatan Klojen, di Kota Malang). Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 25(3), 213–227.

Taylor, J. G. (2003). Indonesia Peoples and Histories. Yale University Press.

Tim Penyusun Kajian Cultural Resource Management (CRM) Sidayu Kota. (2022). Laporan Kajian Cultural Resource Management (CRM) Sidayu Kota.

Tim Penyusun Kajian Zonasi Sidayu Kota. (2022). Laporan Akhir Kajian Zonasi Sidayu Kota.

Veth, P. J. (1869). Aardrijkskundig en statistisch woordenboek van Nederlandsch Indië. In KIT Royal Tropical Institute. http://hdl.handle.net/1887.1/item:1106909

Wihardyanto, D., & Rahmi, D. H. (2020). Pengaruh Kolonialisasi Belanda di Kawasan Pusat Kota Pulau Jawa : Sebuah Kajian Literatur. Nature: National Academic Journal of Architecture, 7(1), 15. https://doi.org/10.24252/nature.v7i1a2

Wiryomartono, A. B. P. (1995). Seni Bangunan dan Seni Binakota Di Indonesia: Kajian Mengenai Konsep, Struktur, dan Elemen Fisik Kota Sejak Peradaban Hindu-Buddha, Islam Hingga Sekarang. Gramedia Pustaka Utama.

Published
2024-01-18
How to Cite
Zahro, F., Srijaya, I., & R, K. (2024). Pengaruh Kolonial pada Tata Kota Sidayu Akhir Abad 19 sampai Pertengahan 20: Kajian Morfologi Arkeologi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(5), 352-366. https://doi.org/10.5281/zenodo.10525940