Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Setu 1

  • Yossi Tiasafitir Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Mally Ghinan Sholih Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Lely Sulfiani Universitas Singaperbangsa Karawang

Abstract

Lack of or poor nutrition in children will cause a decrease in the immune response, which means the ability to defend themselves against infection will decrease. One of the infectious diseases that still often occurs in toddlers is diarrhea. This type of research is an observational study with a cross sectional design which aims to determine whether there is a relationship between nutritional status and the incidence of diarrhea at the Setu Health Center 1. The number of samples studied was 100 respondents using purposive sampling technique. Data were obtained from the results of distributing questionnaires. The data from this study were processed by the chi square statistical test. Based on the chi square statistical test, it was found that the value of p = 0.080 which indicates that there is no relationship between nutritional status and the incidence of diarrhea in children under five in the working area of the Puskesmas Setu 1. The value of the prevalence ratio is 0.6, which means that nutritional status is the status of a protective factor. occurrence of diarrhea. From the results of the data analysis, it can be concluded that there is no relationship between nutritional status and the incidence of diarrhea in children under five at the Puskesmas Setu 1.

References

Alboneh, F. A., Ichsan, B., Med, M., & Rosyidah, D. U. (2013). Hubungan status gizi dengan kejadian diare pada balita usia 2-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Asmiati, A., Hartono, R., Amir, A., & Asikin, H. (2018). Hubungan Pendapatan Orangtua dan Pola Makan Serta Kejadian Penyakit Diare dengan Status Gizi. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 12(2), 52-58.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Buku Saku Petugas Kesehatan: Lintas Diare Lima Langkah Tuntaskan Diare. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. (2021). Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi 2020.

Dwienda, O., Maita, L., Saputri, E. M., & Yulviana, R. (2014). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi/Balita dan Anak Prasekolah untuk Para Bidan. Yogyakarta: Deepublish.

Ellyannur Asmar. (2013). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DERAJAT DEHIDRASI PADA ANAK DIARE DI RSUP Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR PERIODE JANUARI-JUNI 2013.

ERNY, E., INDAH, R., & SOEKANTO, A. (2022). KORELASI PENGETAHUAN GIZI IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA DI PUSKESMAS SAWAN 1 BALI. Hang Tuah Medical Journal, 19(2), 208-215.

Guarino, A., Guandalini, S., & Vecchio, A. Lo. (2015). Probiotics for prevention and treatment of diarrhea. Journal of Clinical Gastroenterology, 49(December), S37– S45. https://doi.org/10.1097/MCG.0000000000000349

Hanum, F., Khomsan, A., & Heryatno, Y. (2014). Hubungan asupan gizi dan tinggi badan ibu dengan status gizi anak balita. Jurnal Gizi dan Pangan, 9(1).

Iswari, Y. (2011). Analisis faktor risiko kejadian diare pada anak usia dibawah 2 tahun di RSUD Koja Jakarta. Magister Ilmu Keperawatan Tesis.

Istiono,W dkk (2009). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita. Berita kedokteran Masyarakat.

KEMENKES RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia 2020. In Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan- indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-Tahun-2020.pdf

Kemenkes, K. (2019). Pedoman Teknis Pelaksanaan Program Kecacingan Terpadu Bulan Kapsul Vitamin A dan Crash Program Campak.

Kemenkes, RI. 2011. Situasi Diare di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes, RI. (2011). Buletin diare subdit pengendalian diare dan infeksi saluran pencernaan. Jakarta: Depkes RI.

KemenKes, R.I. (2015). Info DATIN (Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Larasati, N. N., & Wahyuningsih, H. P. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan di posyandu wilayah puskesmas wonosari ii tahun 2017 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).

Mardayani Lolopayung, Alwiyah Mukaddas, I. F. (2014). Evaluasi Penggunaan Kombinasi Zink Dan Probiotik Pada Penanganan Pasien Diare Anak Di Instalasi Rawat Inap Rsud Undata Palu Tahun 2013. Jurnal of Natural Science, 3(March), 55–64.

Muhammad Zainul Mutaaqin. (2021). RELATION BETWEEN NUTRITIONAL STATUS WITH DIARRHEA IN CHILDREN AT SYEKH YUSUF HOSPITAL, GOWA DISTRICT.

Nien Dwi Wardani, P., & Naningsih, H. (2017). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS UNAAHA TAHUN 2017 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Kendari).

Nopi Sani, Z. A. (2015). Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Ibu Balita Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Candra Mukti Kabupaten Tulang Bawang Barat. PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(1), 1689– 1699.

Purbayu, H. (2015). Diare Kronik. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Ed. 2: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Rumah Sakit Pendidikan Dr. Soetomo Surabaya, 234.

Permatasari, D. Y., Ramaningrum, G., & Novitasari, A. (2013). Hubungan status Gizi, umur, dan jenis kelamin dengan derajat infeksi dengue Pada anak. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah, 2(1).

Rahmawati, A. (2019). Pemberian Asi Eksklusif dan Status Gizi Serta Hubunganya terhadap Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Juntinyuat. Gema Wiralodra, 10(1), 105-114.

Ridha, H., & Nabiel. (2014). Buku ajar keperawatan anak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Safitri, A., Jahari, A. B., & Ernawati, F. (2016). Konsumsi Makanan Penduduk Indonesia Ditinjau Dari Norma Gizi Seimbang (Food Consumption in Term of the Norm of Balanced Nutrition). Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 39(2), 87–94. https://doi.org/10.22435/pgm.v39i2.6971.87-94

Rosari, A., Rini, E. A., & Masrul, M. (2013). Hubungan Diare dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 2(3), 11-115.

Said, S., Taslim, N. A., & Bahar, B. (2013). Gizi dan Penyembuhan Luka Indonesia Academic Publishing.

Sebataraja, L. R., Oenzil, F., & Asterina, A. (2014). Hubungan Status Gizi dengan Status Sosial Ekonomi Keluarga Murid Sekolah Dasar di Daerah Pusat dan Pinggiran Kota Padang Lisbet Rimelfhi Sebataraja. Jurnal Kesehatan Andalas, 3(2).

Supariasa, I.D.N., Bachyar Bakri, dan Ibnu Fajar. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC; 2012.

Syafutri, R. D. (2016). HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN ANGKA KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KECAMATAN SEI RAMPAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI.

Sumampouw, O.J., dkk. 2017. Diare Balita Suatu Tinjauan Dari Bidang Kesehatan Masyarakat. Edisi 1, Cetakan 2. Yogyakarta : Deepublish

Yonata, A., & Farid, A. F. M. (2016). Penggunaan Probiotik sebagai Terapi Diare. Majority, 5(2), 1–5.

World Health Organization. (2017). Diarrhoeal Disease.

World Health Organization. (2017). Global diffusion of eHealth: making universal health coverage achievable: report of the third global survey on eHealth. World Health Organization.

Published
2022-10-03
How to Cite
Tiasafitir, Y., Sholih, M., & Sulfiani, L. (2022). Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Setu 1. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(18), 407-419. https://doi.org/10.5281/zenodo.7135902