Konstradiksi Hak Asasi Mantan Narapidana Korupsi Dan Pencabutan Hak Oleh Putusan Pengadilan
Abstract
The rule of law is a state in which the human rights of every citizen are guaranteed by the state. 'Every citizen' here means anyone who is an Indonesian citizen regardless of social status. Human rights are guaranteed in Law no. 39 of 1999 which consists of CHAPTER XI and 106 Articles which explain the rights granted and recognized by the state for every citizen. But in practice, there are the rights of former corrupt convicts that are revoked by the high court. One of the rights revoked is political rights, where they cannot participate in political life. This means that they cannot run for the legislature and do not have the right to be elected.
References
Buku
Titik Triwulan Tutik. Kontruksi Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Amandemen UUD 1945. Kencana: Jakarta. 2011.
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudi. Pendekatan Hukum Normatif dan Tinjauan Singkat. Rajawali Pers: Jakarta. 2001.
Jimly Asshidique. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajawali Press. 2011.
Mexsasai Indra. Dinamika Hukum Tata Negara Indonesia. Bandung: Refika Aditama. 2011.
Bisarida dkk. “Komparasi Mekanisme Penyelesaian Sengketa Pemilu di Beberapa Negara Penganut Paham Demokrasi”. Jurnal Konstitusi, Vol. 9, Nomor 3, 2012.
Suharizal. “Penguatan Demokrasi Lokal Melalui Penghapusan Jabatan Wakil Kepala Daerah”. Jurnal Konstitusi, Vol. 7, Nomor 5, 2010.
Ahmad Zazili. “Pengakuan Negara Terhadap Hak – Hak Politik (Right to Vote) Masyarakat Adat Dalam Pelaksanaan Pemilihan Umum”. Jurnal Konstitusi, Vol. 9, Nomor 1, 2012.
DR. Andi Hamzah, S.H. KUHP dan KUHAP. Rineka Cipta: Jakarta, 2015
Peraturan Perundang – Undangan
Pasal 1 Ayat (2) dan (3) Undang – Undang Dasar 1945.
Undang – Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota
Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah. Pasal 28 J ayat (1) dan (2) Undang – Undang
Dasar Tahun 1945. UUD NRI Tahun 1945. Undang-Undang RI Nomor 7
Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Peraturan KPU Nomor 20
Tahun 2018
Putusan Pengadilan
Keputusan Mahkamah Agung, Nomor 53 P/HUM/2018.
Keputusan Mahkamah Agung, Nomor 46 P/HUM/2018.
Internet
Liputan6”, https://www.liputan6.com/pileg/read/3574920/kpu-resmi larang-mantan-koruptor-jadi-caleg-pemilu-2019,” diakses pada Hari Sabtu tanggal 28 September 2019,
NasionalKompas”,https://nasional.kompas.com/read/2018/05/26/
/siap-digugat-kpu-sudah-bulat-larang-eks-napi-korupsi-nyaleg,”
diakses pada Hari Sabtu tanggal 28 September 2019,
NasionalKompas”,https://nasional.kompas.com/read/2018/05/29/1814
/jokowi-tegaskan-mantan-napi-koruptor-punya-hak-jadi-caleg,” diakses pada Hari Minggu 29 September 2019,
NasionalKompas”,https://nasional.kompas.com/read/2018/12/06/
/majelis-hakim-cabut-hak-politik-zumi-zola,” diakses pada Hari Minggu tanggal 29 September 2019
NasionalKompas”,https://nasional.kompas.com/read/2019/02/19/
/daftar-lengkap-81-caleg-eks-koruptor?page=all,”
diakses pada Hari Minggu 29 September 2019,
NasionalKompas”,https://nasional.kompas.com/read/2018/09/19/
/pencabutan-hak-dipilih-dapat-beri-efek-jera-bagi-koruptor,” diakse pada Hari Minggu tanggal 29 September 2019,
Hukumonline”,https://m.hukumonline.com/berita/baca/
lt5c4b83394dc77/pencabutan-hak-politik-terdakwa-kasus-korupsi-di-mata-penegak-hukum/ diakses pada Hari Selasa tanggal 01 O


