Pengalaman Mahasiswa Dalam Mengelola Stres Akademik Pada Masa Perkuliahan
Abstract
Stres akademik merupakan fenomena yang lazim dialami oleh mahasiswa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tekanan yang bersumber dari tuntutan akademik, beban tugas, ujian, serta ekspektasi sosial dan keluarga menciptakan kondisi psikologis yang berpotensi mengganggu kesejahteraan dan performa belajar mahasiswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengalaman mahasiswa dalam mengelola stres akademik selama masa perkuliahan, mencakup sumber-sumber stres, dampaknya terhadap kesehatan mental dan performa akademik, serta strategi koping yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur sistematis dengan menganalisis 18 artikel ilmiah pilihan yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024, bersumber dari basis data Google Scholar, Scopus, dan ERIC. Hasil kajian menunjukkan bahwa sumber utama stres akademik mahasiswa meliputi beban tugas yang berlebihan, tekanan ujian, konflik peran, dan ketidakpastian masa depan karier. Stres yang tidak dikelola dengan baik terbukti berdampak negatif pada indeks prestasi, konsentrasi belajar, dan kesehatan mental mahasiswa. Sebaliknya, mahasiswa yang secara aktif menerapkan strategi koping baik yang berpusat pada masalah (problem-focused coping) maupun pada emosi (emotion-focused coping) menunjukkan ketahanan psikologis yang lebih baik. Artikel ini memberikan rekomendasi praktis bagi mahasiswa, dosen, dan institusi pendidikan tinggi dalam merancang lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.

