Cerminan Diri Penari Laki-Laki Dalam Seni Tari Tradisional Melayu
Studi Kasus Di Sanggar Titah Negeri Kota Pekanbaru
Abstract
Penari laki-laki dalam seni tari tradisional Melayu kerap menghadapi stigma dan penilaian sosial, sebagaimana dialami oleh penari di Sanggar Titah Negeri Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk perlakuan masyarakat terhadap penari laki-laki serta respons mereka dalam membentuk konsep diri dengan menggunakan teori Looking glass self. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga penari laki-laki dan satu pelatih yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan validasi melalui triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya perlakuan negatif berupa ejekan dan pandangan merendahkan, serta perlakuan positif berupa dukungan dan penerimaan, terutama dari lingkungan sanggar dan orang terdekat. Respons penari menunjukkan proses adaptasi yang dinamis, dari dampak emosional awal hingga penguatan konsep diri melalui dukungan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan konsep diri penari laki-laki berlangsung melalui tahapan Looking glass self dan dipengaruhi oleh interaksi sosial di sekitarnya


