Kesenjangan Inklusi Di Lapangan: Hambatan Nyata Partisipasi Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Pendidikan Jasmani Di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi
Abstract
Kebijakan pendidikan inklusi telah lama dirumuskan di berbagai negara, implementasinya dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi masih menghadapi kesenjangan yang signifikan antara regulasi dan praktik nyata di lapangan. Studi ini merupakan Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan mengidentifikasi, mensintesis, dan menganalisis hambatan-hambatan nyata yang dialami oleh Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam berpartisipasi pada pembelajaran PJOK. Kajian ini menganalisis 25 artikel dari berbagai negara (Brasil, China, Lithuania, Amerika Serikat, Ecuador, Australia, Selandia Baru, Austria, Jerman, Indonesia, Inggris, Kanada, India, Ukraina, Portugal, dan Chile) yang diterbitkan antara tahun 2005-2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa hambatan partisipasi ABK dalam PJOK bersifat multidimensional, mencakup: (1) hambatan infrastruktur dan aksesibilitas fisik; (2) keterbatasan kompetensi dan kesiapan guru; (3) hambatan kebijakan yang tidak implementatif; (4) diskriminasi budaya, stigma sosial, dan ableisme kurikuler; serta (5) minimnya dukungan pendamping, peralatan adaptif, dan ekosistem sistemik. Temuan lintas negara menunjukkan konsistensi pola hambatan meskipun konteks kebijakan berbeda. Implikasi diarahkan pada reformasi kurikulum berbasis UDL, peningkatan kapasitas guru yang kontekstual, dan penguatan ekosistem dukungan inklusi.


