Konflik Peran Ganda Perempuan Pekerja Buruh Harian Lepas Perkebunan Sawit PT. Agrowiyana Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi

  • Adhea Pertiwi Jurusan Sosiologi, FISIP, Universitas Riau
  • Resdati Resdati Program Studi Sosiologi, FISIP, Universitas Riau
Kata Kunci: Konflik peran ganda, buruh harian lepas, perempuan, perkebunan sawit, beban kerja domestik.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk konflik peran ganda yang dialami perempuan buruh harian lepas PT. Agrowiyana. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, melibatkan 8 perempuan buruh yang sudah berkeluarga dan dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran ganda terwujud dalam tiga bentuk, yaitu konflik waktu, konflik beban kerja, dan konflik psikologis. Konflik ini dipicu oleh jam kerja yang tidak fleksibel, upah rendah, budaya patriarki, serta minimnya fasilitas pengasuhan anak di lingkungan perkebunan. Strategi koping yang dilakukan meliputi manajemen waktu, jaringan dukungan sesama buruh perempuan, dan negosiasi peran dengan anak yang lebih besar. Penelitian ini merekomendasikan perusahaan untuk menyediakan fasilitas daycare, jam kerja fleksibel bagi ibu, serta program penyadaran kesetaraan gender bagi pekerja laki-laki.

Diterbitkan
2026-06-22