Manajemen Harga dan Keberlanjutan Usaha Perabotan Kayu Melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular (Circular Economy) (Studi Kasus UD Lusi Perabot)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penetapan harga dan implikasinya terhadap keberlanjutan usaha (business sustainability) melalui pendekatan ekonomi sirkular (circular economy) pada Usaha Mikro dan Kecil (UMK) furnitur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus pada UD Lusi Perabot. Data primer dihimpun melalui kegiatan observasi lapangan serta wawancara mendalam secara langsung bersama pemilik toko selaku informan kunci, didukung oleh data sekunder berupa literatur dan dokumen operasional usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UD Lusi Perabot telah mengimplementasikan lima prinsip utama ekonomi sirkular, yaitu reduce, reuse, upcycling, waste-as-resource, dan reverse supply chain melalui pemulihan perabot kayu bekas layak pakai dari masyarakat untuk direkonstruksi menjadi produk baru bernilai ekonomis tinggi. Dalam manajemen harga, usaha ini menerapkan metode cost-plus pricing. Adopsi model sirkular terbukti memberikan keunggulan biaya (cost advantage) yang signifikan karena meminimalkan pengeluaran pos pengadaan material primer, sehingga menjaga harga jual produk tetap kompetitif di pasar. Secara holistik, integrasi manajemen harga dan prinsip sirkular berkontribusi positif terhadap keberlanjutan ekonomi (fleksibilitas margin keuntungan), sosial (penyerapan tenaga kerja lokal), dan lingkungan (reduksi limbah padat perkotaan). Kendati demikian, pelaku usaha masih dihadapkan pada hambatan infrastruktur fisik banjir lokal, fluktuasi kualitas bahan baku masuk, serta keterbatasan pemasaran digital. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan SOP kendali mutu bahan baku, perbaikan drainase internal gudang, dan pemanfaatan pemasaran digital berbasis green branding.

