CURHAT CHATGPT: PEMBENTUKAN IDENTITAS DAN RELASI EMOSIONAL DIGITAL MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS RIAU

  • Ellia Isabella Siregar Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Riau
  • Mita Rosaliza Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Abstract

Kehadiran kecerdasan buatan mengubah pola komunikasi masyarakat digital dalam interaksi curhat yang sebelumnya dilakukan melalui relasi interpersonal antarmanusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembentukan identitas digital dan pengalaman relasi emosional mahasiswa FISIP Universitas Riau dalam interaksi curhat dengan ChatGPT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Informan penelitian berjumlah 6 (enam) mahasiswa FISIP yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data didapatkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam semi-terstruktur dan dokumentasi percakapan digital. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan memanfaatkan teori dramaturgi Erving Goffman dan teori hiperrealitas Jean Budrillard. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memasuk ruang curhat digital dengan membawa identitas emosional yang dibawa dari relasi sosial nyata yang berupa tekanan keluarga, akademik dan sosial. Saat curhat mahasiswa melakukan negosiasi identitas dan penampilan diri melalui penggunaan narasi detail, personalisasi dan simbol emosional. Proses ini menghasilkan identitas digital berupa identitas rentan, relasional, performatif dan autentik reflektif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa relasi emosional yang muncul adalah relasi simulatif yang menghadirkan pengalaman didengar, dipahami dan diterima tanpa penghakiman. Mahasiswa menyadari bahwa ChatGPT tidak memiliki empati nyata tetapi mereka tetap merasakan pengalaman emosional sebagai sesuatu yang bermakna.  Namun relasi emosional dengan ChatGPT juga memiliki keterbatasan, mahasiswa memiliki kesadaran akan ketiadaan empati nyata, keterbatasan kehadiran sosial dan relasi emosional yang tidak bisa menggantikan manusia membuat mereka tidak ketergantungan dalam menggunakan ChatGPT dan hanya menjadikannya ruang alternatif untuk memenuhi kebutuhan emosional saja. Maka teknologi percakapan ChatGPT menjadi arena baru dalam pembentukan identitas digital dan pengalaman hiperrealitas emosional dalam kehidupan mahasiswa.

Published
2026-09-08
How to Cite
Siregar, E. I., & Rosaliza, M. (2026). CURHAT CHATGPT: PEMBENTUKAN IDENTITAS DAN RELASI EMOSIONAL DIGITAL MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS RIAU. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(9.D), 72-79. Retrieved from https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14347