PERUBAHAN TRADISI BATOBO PADA KEGIATAN PERTANIAN SAWAH PADI DI DESA TEBING TINGGI KECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

  • Irni Puspita Sari Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Riau
  • Robi Armilus Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Abstract

Tradisi Batobo merupakan sistem gotong royong masyarakat Melayu Kuantan dalam kegiatan pertanian sawah padi yang dilakukan secara berkelompok dan bergiliran. Tradisi ini tidak hanya berfungsi untuk meringankan pekerjaan pertanian, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tradisi Batobo serta menganalisis perubahan yang terjadi dalam pelaksanaannya di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari petani dan masyarakat yang memahami tradisi Batobo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batobo dilaksanakan secara bergiliran mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga panen padi. Tradisi ini mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, solidaritas sosial, dan kekeluargaan. Namun, pelaksanaannya mengalami perubahan akibat penggunaan teknologi pertanian modern, berkembangnya sistem kerja upahan, perubahan pola pikir masyarakat, dan menurunnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Perubahan tersebut menyebabkan berkurangnya intensitas interaksi sosial dan praktik gotong royong masyarakat, meskipun nilai-nilai Batobo masih dipandang penting sebagai bagian dari budaya lokal.

Published
2026-09-07
How to Cite
Sari, I. P., & Armilus, R. (2026). PERUBAHAN TRADISI BATOBO PADA KEGIATAN PERTANIAN SAWAH PADI DI DESA TEBING TINGGI KECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(9.C), 116-125. Retrieved from https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14316