EKSPLORASI ACADEMIC BURNOUT PADA MAHASISWA AKTIVIS ORGANISASI
Abstract
Academic burnout merupakan kondisi kelelahan psikologis yang semakin banyak dilaporkan di kalangan mahasiswa, terutama pada mereka yang secara aktif terlibat dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa aktivis menghadapi tuntutan ganda yang bersumber dari tanggung jawab akademik sekaligus kewajiban organisasional, sehingga menempatkan mereka pada risiko burnout yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa non-aktivis. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena academic burnout pada mahasiswa aktivis organisasi, mencakup dimensi-dimensi burnout yang dialami, faktor-faktor risiko yang berkontribusi, dampaknya terhadap performa akademik dan kesejahteraan psikologis, serta faktor protektif yang berperan dalam mengurangi risiko burnout. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 25 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, bersumber dari basis data Google Scholar, Scopus, DOAJ, dan PubMed. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa aktivis rentan mengalami ketiga dimensi burnout, yaitu kelelahan emosional (exhaustion), sikap sinis terhadap studi (cynicism), dan penurunan efikasi akademik (reduced academic efficacy). Konflik peran antara tuntutan akademik dan tanggung jawab organisasi, manajemen waktu yang buruk, serta minimnya dukungan sosial menjadi faktor risiko utama. Sebaliknya, resiliensi, self-efficacy akademik, dan student engagement yang tinggi terbukti berperan sebagai faktor protektif yang signifikan. Artikel ini memberikan rekomendasi praktis bagi mahasiswa aktivis, pembimbing kemahasiswaan, dan institusi pendidikan tinggi dalam merancang sistem dukungan yang responsif terhadap kebutuhan psikologis mahasiswa aktivis.

