DINASTI UMAYYAH DAN ABBASIYAH
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah perkembangan Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah sebagai dua kekhalifahan besar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan peradaban Islam klasik. Kajian ini difokuskan pada latar belakang berdirinya kedua dinasti, sistem pemerintahan yang diterapkan, perkembangan wilayah kekuasaan, kemajuan peradaban yang dicapai, serta faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran dan keruntuhannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research), melalui penelaahan berbagai literatur ilmiah, buku sejarah, dan jurnal nasional maupun internasional open access yang relevan dengan tema kajian. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan historis-komparatif (historical-comparative approach) untuk membandingkan karakteristik politik, sosial, ekonomi, dan intelektual pada masa Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinasti Umayyah berperan besar dalam konsolidasi politik Islam, reformasi administrasi negara, serta perluasan wilayah kekuasaan hingga mencakup kawasan Afrika Utara, Semenanjung Iberia (Al-Andalus), dan Asia Tengah. Sementara itu, Dinasti Abbasiyah berhasil membawa peradaban Islam mencapai masa kejayaannya melalui pengembangan ilmu pengetahuan, kemajuan kebudayaan, serta pembentukan pusat intelektual dunia Islam di Baghdad melalui lembaga Bayt al-Hikmah. Meskipun memiliki orientasi pemerintahan yang berbeda, kedua dinasti sama-sama memberikan kontribusi fundamental terhadap perkembangan peradaban Islam dan warisan intelektual dunia. Dengan demikian, kajian terhadap Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah tidak hanya penting dalam memahami sejarah politik Islam, tetapi juga relevan dalam melihat kontribusi Islam terhadap perkembangan peradaban global.

