Analisis Penerapan Alat Ukur (Level Baca) Terhadap Literasi Siswa Kelas 1 SDN 1 Sigar Penjalin
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan alat ukur level baca dalam mengembangkan literasi siswa kelas 1 SD, dengan studi kasus di SDN 1 Sigar Penjalin. Literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca, tetapi juga menulis, menyimak, dan berbicara, serta berperan penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak usia 6–8 tahun (Piaget). Faktor yang memengaruhi literasi meliputi aspek internal (minat, motivasi) dan eksternal (dukungan orang tua, sarana prasarana). Penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan penomologi. Subjek penelitian ini terdiri dari guru, kepala sekolah dan siswa SDN 1 Sigar Penjalin. Sumber data yang digunakan penelitian ini yaitu data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Teknik anaisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Alat ukur level baca digunakan untuk menilai pemahaman, kecepatan, dan analisis teks siswa, sekaligus menyesuaikan materi pembelajaran Jenis alat ukur yang diterapkan antara lain tes cloze, menceritakan kembali, tahapannya meliputi persiapan instrumen, pelaksanaan pengukuran (fonemik, kata, pemahaman), serta tindak lanjut berupa umpan balik dan laporan ke orang tua. Hasilnya menunjukkan peningkatan literasi, seperti penurunan siswa level dasar dari 40% menjadi 15%. Di SDN 1 Sigar Penjalin, penerapan alat ukur ini terbukti mendorong antusiasme siswa dan kolaborasi guru-orang tua. Kendala seperti waktu asesmen terbatas dan perbedaan kemampuan siswa diatasi dengan strategi asesmen bertahap dan aktivitas pendamping. Penelitian ini menyimpulkan bahwa alat ukur level baca efektif dalam membangun literasi awal yang personal dan inklusif, meski memerlukan penyesuaian dalam pelaksanaannya.


