PEDAGANG DI SIMPANG PALAS KECAMATAN RUMBAI BARAT KOTA PEKANBARU
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas pedagang sektor informal di kawasan Simpang Palas, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, dalam mempertahankan usahanya meskipun menghadapi risiko penertiban dan keterbatasan legalitas. Fenomena ini menarik karena para pedagang, khususnya penjual kuliner khas seperti keripik Sanjai, tetap memilih bertahan di lokasi strategis jalur lintas antar kota walaupun telah mengalami penggusuran berulang kali. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini dibedah menggunakan Teori Pilihan Rasional dari James S. Coleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pedagang untuk bertahan didasari oleh kalkulasi rasional yang matang, di mana aktor secara sadar mempertimbangkan keunggulan sumber daya lokasi yang menjanjikan arus kas tunai (minim sistem piutang/bon) dibandingkan dengan lokasi relokasi resmi yang dinilai sepi pembeli. Selain itu, keterlibatan dalam jaringan sosial informal seperti Forum Komunikasi Pedagang Wisata Kuliner (FKPWK) memberikan akses informasi terkait jadwal penertiban, yang memperkuat keyakinan aktor dalam mengelola risiko demi keberlangsungan ekonomi rumah tangga di tengah terbatasnya akses ke sektor formal.


