PENERAPAN SENAM ERGONOMIK UNTUK MENURUNKAN NYERI SENDI PADA LANSIA PENDERITA ASAM URAT
Abstract
Lanjut usia mengalami penurunan fungsi fisik dan peningkatan risiko penyakit degeneratif, salah satunya gout arthritis akibat tingginya kadar asam urat. Kondisi ini sering menimbulkan nyeri sendi, bengkak, keterbatasan gerak, dan gangguan aktivitas sehari-hari. Artikel ini membahas penerapan asuhan keperawatan gerontik dengan intervensi senam ergonomik untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia penderita asam urat di PPSLU Dewanata Cilacap. Studi kasus dilakukan pada Ny. S usia 69 tahun dengan keluhan nyeri dari kaki hingga pinggang, skala nyeri 6, dan kadar asam urat 8,0 mg/dL. Diagnosa keperawatan utama meliputi nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan defisit pengetahuan. Intervensi dilakukan selama 3×24 jam melalui manajemen nyeri, dukungan mobilisasi, edukasi kesehatan, serta penerapan teknik nonfarmakologis berupa senam ergonomik. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan nyeri bertahap dari skala 6 menjadi 4, peningkatan kemampuan mobilitas, serta peningkatan pengetahuan pasien mengenai penyebab gout dan pola makan rendah purin. Hambatan selama intervensi berupa nyeri yang membatasi aktivitas, keterbatasan daya tangkap, serta waktu edukasi yang terbatas. Kesimpulannya, senam ergonomik dan edukasi bertahap efektif membantu menurunkan nyeri, meningkatkan mobilitas, dan memperbaiki pemahaman lansia dalam pencegahan kekambuhan gout arthritis.


