Literatur Review: Konsep Ergonomi dan Biomonitoring
Abstract
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam upaya perlindungan tenaga kerja dari risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dua faktor yang sering menjadi penyebab masalah kesehatan pekerja adalah ketidaksesuaian ergonomi dan paparan bahan kimia berbahaya. Penerapan ergonomi yang kurang tepat dapat menimbulkan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs), sementara paparan bahan kimia memiliki potensi menimbulkan gangguan kesehatan baik akut maupun kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ergonomi dan biomonitoring sebagai pendekatan komprehensif dalam pencegahan penyakit akibat kerja. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka yang menelaah penelitian-penelitian relevan mengenai risiko ergonomi dan paparan bahan kimia di lingkungan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi ergonomi, seperti perbaikan postur dan desain kerja, mampu mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal serta meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pekerja. Di sisi lain, biomonitoring terbukti efektif dalam mendeteksi paparan internal bahan kimia yang tidak dapat diamati melalui pemantauan lingkungan semata, sehingga dapat memberikan peringatan dini terhadap potensi penyakit akibat kerja. Kesimpulannya, integrasi penerapan ergonomi dan biomonitoring sangat diperlukan sebagai strategi pencegahan yang saling melengkapi dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.


