Analisis Nilai Kemandirian Ki Hajar Dewantara dalam Pengembangan Kemampuan Belajar Bahasa Inggris Mahasiswa Teologi

  • Ribka Nasita Putri Sekolah Tinggi Teologi Lutheran
Kata Kunci: nilai kemandirian, kemampuan bahasa inggris, mahasiswa teologi

Abstrak

Pengembangan kemampuan bahasa Inggris merupakan salah satu aspek penting dalam Pendidikan Teologi. Bagi mahasiswa teologi, penguasaan Bahasa Inggris bukan sekadar keterampilan komunikasi, tetapi juga menjadi pintu akses terhadap literatur teologis global, perkembangan studi Alkitab, serta diskursus akademik lintas budaya. Kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa Teologi masih menghadapi tantangan. Salah satu tantangan yang sering terjadi dan dihadapi adalah kurangnya kemandirian mahasiswa dalam belajar bahasa Inggris. Namun sejatinya, mahasiswa dituntut juga memiliki nilai kemandirian. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya strategi pembelajaran yang mendukung tumbuhnya kemandirian, seperti penerapan self-access learning, pembelajaran berbasis proyek, serta penggunaan media digital interaktif. Penelitian ini memuat mengenai hasil temuan pada mahasiswa teologi di STT Lutheran dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil akhir menunjukan menegaskan bahwa kemandirian belajar bukan sekadar faktor pendukung, melainkan sebuah prasyarat penting bagi pengembangan kemampuan bahasa Inggris.

Diterbitkan
2025-10-20