Branding UMKM dalam Membantu Akses Pasar melalui Spanduk, QRIS, dan Google Maps
Abstract
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim KKN di Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan, dengan tujuan memperkuat branding dan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan akses pasar. Sasaran kegiatan adalah dua UMKM lokal, yaitu Warung Wak Isal dan Warung Makcik, yang menghadapi keterbatasan media promosi, sistem pembayaran, dan jejak digital. Tiga kegiatan utama diimplementasikan, yaitu: (1) pembuatan spanduk promosi untuk identitas visual dan penyampaian informasi usaha; (2) pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran non-tunai agar transaksi lebih mudah dan menjangkau konsumen pengguna pembayaran digital; serta (3) pendaftaran lokasi usaha di Google Maps untuk meningkatkan visibilitas digital dan memperluas jangkauan promosi. Metode yang digunakan berupa pendampingan partisipatif melalui observasi, wawancara, dan praktik langsung bersama pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan visibilitas usaha, kemudahan transaksi, dan perluasan pasar. Namun, masih ditemui kendala berupa keterbatasan literasi digital, akses internet yang belum merata, serta resistensi sebagian pelaku usaha terhadap perubahan dari sistem tunai ke digital. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada pemberdayaan UMKM Desa Teluk Bakau melalui penguatan keterampilan digital dasar yang relevan dengan tuntutan era digital.


