Pemanfaatan Serasah Lamun Menjadi Bernilai Dengan Prinsip Circular Economy
Abstract
Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, dengan tujuan mengolah serasah lamun yang biasanya dianggap sampah menjadi produk bernilai ekonomi melalui konsep *circular economy*. Masalah utama yang dihadapi warga pesisir, khususnya kelompok ibu-ibu di Kampung Teripang, adalah banyaknya serasah lamun yang menumpuk di pantai sehingga menimbulkan bau dan mengganggu estetika, sementara peluang usaha mereka masih terbatas. Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan solusi dengan cara mengubah serasah lamun menjadi kain berbahan serat alami, sekaligus meningkatkan keterampilan kewirausahaan ibu-ibu agar lebih mandiri secara ekonomi. Metode yang dipakai berbasis partisipatif, dimulai dari sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan produksi, sampai monitoring dan evaluasi. Hasilnya, ibu-ibu berhasil memperoleh keterampilan baru dalam mengolah serasah lamun, kesadaran bersama tentang nilai tambah limbah semakin meningkat, dan terbentuk kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, serta perguruan tinggi. Program ini tidak hanya memberikan solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir.


