Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP
<p><strong>Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan</strong> (JIWP) |ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1532701790&1&&">2089-5364 (online)</a>| diterbitkan oleh PT. Ruang Riset Peneliti, dengan Nomor Sertifikat Pendirian: NOMOR AHU-0063530.AH.01.01.TAHUN 2026 yang bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Pemerhati Pendidikan Indonesia (ADPPI), yang berisi tentang artikel hasil kajian dan penelitian di bidang Pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi. Diterbitkan sebagai upaya untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan temuan di bidang Pendidikan, ilmu sosial, Ekonomi, Hukum, danTeologi. Jurnal ini terbit setiap bulan</p> <p>JIWP Memuat hasil kajian, analisis, dan penelitian tentang perancangan, pengembangan, pengelolaan, pemanfaatan, evaluasi, dan penelitian dalam bidang pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi yang merupakan hasil penelitian atau literaur Review di lembaga pendidikan formal, non-formal dan informal serta lembaga-lembaga pelatihan.</p> <p> Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan merupakan media komunikasi ilmiah bagi dosen, guru, widyaiswara, mentor, mahasiswa, dan praktisi pendidikan lainnya serta pemerhati kependidikan. Jurnal ini dimaksudkan sebagai wadah untuk menyebarluaskan hasil kajian, pemikiran, penelitian, dan evaluasi yang relevan dengan kawasan pendidikan. Artikel yang diterima dan diproses oleh redaksi adalah artikel secara substansi berhubungan dengan pendidikan Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, dan Teologi.</p>Peneliti.neten-USJurnal Ilmiah Wahana Pendidikan2622-8327Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC) Mie Gacoan Pancing Medan dalam Menarik Minat Konsumen
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14320
<p><span class="s19">The increasingly competitive culinary industry in Medan requires business owners to implement marketing communication strategies that align with digital consumer behavior. This study aims to analyze the application of the elements of the Integrated Marketing Communication (IMC) promotional mix at Mie </span><span class="s19">Gacoan</span> <span class="s19">Pancing</span><span class="s19"> Medan, evaluate its effectiveness in attracting consumer interest, and identify opportunities for strategic development. The study employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including participatory observation, unstructured interviews with six consumers and two outlet staff members, and visual documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which encompasses data reduction, data presentation, and drawing conclusions, and was reinforced through data source triangulation. The results indicate that viral marketing strategies via TikTok and Instagram are the most dominant IMC elements in attracting consumer interest, particularly through the Fear of Missing Out (FOMO) mechanism among Generation Z. This study also identified two digital innovations that serve as Mie </span><span class="s19">Gacoan’s</span><span class="s19">competitive advantages: exclusive price promotions via TikTok Shop and a website-based pre-order system for take-out service without waiting in line. Additionally, service quality supported by structured SOPs, along with product value in the form of affordable prices and satisfying taste, contribute to consumer loyalty. However, strategic gaps remain, including the absence of a structured customer loyalty program and low brand engagement in local community activities. These findings indicate that Mie </span><span class="s19">Gacoan’s</span><span class="s19"> success is driven by the synergy of digital </span><span class="s19">communication strategies, service innovations, and positive consumer experiences.</span></p>Artika WulandariAde Mima Zakia SiregarT. TevianaZulkarnain SiregarAl Wahfi Suhada Sipahutar
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D113PERILAKU KONSUMTIF PELARI PADA KOMUNITAS LARI WKWK RUNNING CLUB DI KOTA PEKANBARU
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14337
<p>Olahraga lari telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban di Kota Pekanbaru. Komunitas lari tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga sebagai ruang bersenang-senang (<em>fun</em>), memperluas relasi sosial, dan membangun citra diri di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang perilaku konsumtif pelari dari segi kebutuhan fungsional dan citra diri serta mendeskripsikan bentuk perilaku konsumtif yang dilakukan anggota komunitas Wkwk Running Club di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan Teori Simulakra dan Simulasi dari Jean Baudrillard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi yang dilakukan pelari meliputi akumulasi dan spesialisasi <em>gear</em> lari premium (sepatu berpelat karbon dan <em>smartwatch</em> canggih), gonta-ganti pakaian (<em>apparel</em>) olahraga, hingga wisata lomba (<em>race-cation</em>) ke luar kota dan luar negeri demi mengoleksi medali. Melalui teori Baudrillard, perilaku tersebut merupakan praktik simulasi identitas visual di ruang hiperrealitas, di mana konsumsi perlengkapan bermerek telah menjadi bagian dari Nilai Tanda (<em>Sign Value</em>) yang mengungguli nilai guna asli dari olahraga itu sendiri. Aktivitas belanja ini dipengaruhi oleh tren, lingkaran sosial komunitas, dan tuntutan estetika konten media sosial (Instagram dan Strava) demi membentuk citra diri "pelari kalcer".</p>Asmawita .Resdati .Mardatillah .
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D1421MORAL EKONOMI PEDAGANG BAKSO DI DESA MUARO PAITI KECAMATAN KAPUR IX KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14362
<p>Penelitian ini mengkaji moral ekonomi pedagang bakso di Desa Muaro Paiti, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota. Usaha bakso di desa ini dijalankan oleh pedagang yang terdiri dari perantau dan masyarakat lokal, yang menjadikan usaha tersebut sebagai sumber nafkah utama keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana moral ekonomi membentuk keputusan dan strategi bertahan hidup pedagang bakso dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kajian ini berlandaskan pada teori Moral Ekonomi James Scott (1994), yang menekankan bahwa keputusan ekonomi seringkali didasarkan pada pertimbangan subsistensi dan norma resiprositas yang terbentuk dalam struktur sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dikemukakan oleh Creswell, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan melalui <em>purposive sampling</em> dengan melibatkan informan utama yang merupakan pedagang bakso serta <em>key informan</em> yang terdiri dari kenalan dan pelanggan yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik moral ekonomi pedagang bakso tercermin melalui dua aspek utama, yaitu subsistensi dan resiprositas. Praktik subsistensi terlihat dari orientasi pedagang yang mengutamakan pemenuhan kebutuhan hidup daripada keuntungan maksimal. Praktik resiprositas tampak dalam hubungan timbal balik antara pedagang dengan pelanggan maupun masyarakat sekitar yang didasarkan pada kepercayaan, meskipun dalam pelaksanaannya tidak selalu berjalan seimbang dan terkadang menimbulkan kerugian bagi pedagang. Strategi pedagang dalam menyikapi kondisi tersebut meliputi penyesuaian harga dan kualitas produk, menjaga hubungan sosial dengan pelanggan, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial, terutama bagi pedagang yang berstatus perantau.. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlangsungan usaha tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan pedagang dalam menyesuaikan diri dengan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat</p>Aurelia MarshaResdati .
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D2244Modal Sosial Pedagang Sayur Untuk Memperoleh Bahan Dagangan
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14857
<table width="585"> <tbody> <tr> <td width="378"> <p>This study aims to identify and analyze the social capital of vegetable traders in obtaining merchandise supplies at Pulau Rakyat Pekan Market, Pulau Rakyat District, Asahan Regency, North Sumatra Province. The focus of this study is on trust, social networks, and social norms owned by vegetable traders in obtaining merchandise supplies from agents and suppliers. This research employs James Coleman's Social Capital Theory, which explains that social relationships can serve as resources utilized by individuals to achieve specific goals. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The informants consisted of eight vegetable traders who obtained merchandise supplies through agents and suppliers without purchasing directly from production centers. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that social capital plays an important role in obtaining merchandise supplies. Trust is the most dominant element of social capital, as reflected in cooperative relationships that enable traders to obtain goods through flexible payment systems, such as post-sale payments and trade credit arrangements. Social networks help traders gain access to information regarding product availability, prices, product quality, and alternative suppliers when stock shortages occur. Meanwhile, social norms in the form of payment commitments, honesty in transactions, and maintaining good relationships with suppliers serve as the foundation for sustaining cooperative relationships. The study concludes that trust, social networks, and social norms are interconnected in forming social capital, which assists traders in obtaining merchandise supplies and sustaining their vegetable trading businesses at Pulau Rakyat Pekan Market.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Christin Sari Elnaomi HutagaolYoskar Kadarisman
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D4550Hubungan Tingkat Pemahaman Mahasiswa Dengan Perilaku Pencegahan Penipuan di TikTok Shop
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14348
<p>Meningkatnya penggunaan <em>social commerce</em> di Indonesia, khususnya TikTok Shop, menghadirkan berbagai kemudahan dalam aktivitas belanja <em>online</em> sekaligus meningkatkan risiko penipuan bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa terhadap risiko penipuan di TikTok Shop, menganalisis perilaku pencegahan yang dilakukan mahasiswa, serta menguji hubungan antara tingkat pemahaman dan perilaku pencegahan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 76 mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Riau yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi <em>Spearman’s Rho</em>, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa terhadap risiko penipuan di TikTok Shop berada pada kategori sedang cenderung tinggi, sedangkan perilaku pencegahan berada pada kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara tingkat pemahaman dan perilaku pencegahan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,595 dan nilai signifikansi 0,000 (<em>p < 0,05</em>). Analisis regresi menunjukkan bahwa tingkat pemahaman memberikan kontribusi sebesar 37,6% terhadap perilaku pencegahan mahasiswa. Temuan ini mendukung Teori Pilihan Rasional yang menjelaskan bahwa pemahaman berfungsi sebagai sumber informasi yang digunakan individu dalam mempertimbangkan risiko dan manfaat sebelum mengambil keputusan.</p>Dhinda ArifaTeguh Widodo
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D5158Implikasi Putusan MK No. 135/PUU-XXII/2024 Terhadap Desain Pemilu dan Prinsip Konstitusionalitas
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14313
<p>Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 menandai perubahan penting dalam desain pemilu Indonesia melalui penetapan pemisahan antara Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal. Putusan ini menimbulkan implikasi signifikan terhadap sistem ketatanegaraan, khususnya dalam konteks prinsip konstitusionalitas, kewenangan judicial review, serta relasi antar lembaga negara. Secara hukum, putusan tersebut memunculkan perdebatan mengenai batas kewenangan Mahkamah Konstitusi sebagai negative legislator yang dinilai telah bergeser menuju peran positive legislator melalui pembentukan norma baru terkait jadwal dan desain pemilu. Secara politik, putusan ini berpengaruh terhadap dinamika demokrasi, struktur kepartaian, legitimasi publik, serta potensi fragmentasi politik akibat pemisahan siklus elektoral. Di sisi lain, pelaksanaan pemilu yang dipisah menimbulkan persoalan efektivitas, termasuk beban anggaran, risiko kekosongan jabatan, dan kebutuhan rekonstruksi regulasi pemilu yang komprehensif. Paper ini menganalisis implikasi politik-hukum putusan tersebut, pengaruhnya terhadap kualitas demokrasi dan sistem kepemiluan, serta menilai efektivitas pemisahan pemilu dalam kerangka prinsip konstitusionalitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanpa regulasi transisi dan penataan ulang desain elektoral yang terukur, Putusan MK 135/PUU-XXII/2024 berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan instabilitas demokratis sehingga memerlukan respons legislasi yang cepat dan terstruktur.</p>Dismas Arya DIPUTRAAffan Najmun NaharPutra Bagus OktavianAdrian Hadiputra HadiputraAhmad Rezal RizkyansyahMoh. Imam Gusthomi
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D5971CURHAT CHATGPT: PEMBENTUKAN IDENTITAS DAN RELASI EMOSIONAL DIGITAL MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS RIAU
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14347
<p>Kehadiran kecerdasan buatan mengubah pola komunikasi masyarakat digital dalam interaksi curhat yang sebelumnya dilakukan melalui relasi interpersonal antarmanusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembentukan identitas digital dan pengalaman relasi emosional mahasiswa FISIP Universitas Riau dalam interaksi curhat dengan ChatGPT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Informan penelitian berjumlah 6 (enam) mahasiswa FISIP yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data didapatkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam semi-terstruktur dan dokumentasi percakapan digital. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan memanfaatkan teori dramaturgi Erving Goffman dan teori hiperrealitas Jean Budrillard. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memasuk ruang curhat digital dengan membawa identitas emosional yang dibawa dari relasi sosial nyata yang berupa tekanan keluarga, akademik dan sosial. Saat curhat mahasiswa melakukan negosiasi identitas dan penampilan diri melalui penggunaan narasi detail, personalisasi dan simbol emosional. Proses ini menghasilkan identitas digital berupa identitas rentan, relasional, performatif dan autentik reflektif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa relasi emosional yang muncul adalah relasi simulatif yang menghadirkan pengalaman didengar, dipahami dan diterima tanpa penghakiman. Mahasiswa menyadari bahwa ChatGPT tidak memiliki empati nyata tetapi mereka tetap merasakan pengalaman emosional sebagai sesuatu yang bermakna. Namun relasi emosional dengan ChatGPT juga memiliki keterbatasan, mahasiswa memiliki kesadaran akan ketiadaan empati nyata, keterbatasan kehadiran sosial dan relasi emosional yang tidak bisa menggantikan manusia membuat mereka tidak ketergantungan dalam menggunakan ChatGPT dan hanya menjadikannya ruang alternatif untuk memenuhi kebutuhan emosional saja. Maka teknologi percakapan ChatGPT menjadi arena baru dalam pembentukan identitas digital dan pengalaman hiperrealitas emosional dalam kehidupan mahasiswa.</p>Ellia Isabella SiregarMita Rosaliza
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D7279DINAMIKA MODAL SOSIAL DLAM MENGHADAPI KESENJANGAN SISTEM TANGGUNG RENTENG
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14339
<p>Program kredit mikro berbasis kelompok, seperti PNM Mekaar, mengandalkan sistem tanggung renteng sebagai mekanisme formal pengelolaan risiko finansial. Namun, dalam realitasnya sering kali terjadi kesenjangan antara regulasi ideal sistem tanggung renteng dengan penerapannya di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika modal sosial yang berkembang pada Kelompok Situgar 5 di Nagari Tanjung Bonai, Kabupaten Tanah Datar, dalam menghadapi kesenjangan sistem tanggung renteng tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan anggota kelompok, ketua kelompok, serta <em>Account Officer</em> (AO) PNM Mekaar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan (<em>network</em>), norma (<em>norms</em>), dan kepercayaan (<em>trust</em>) menjadi fondasi utama yang menjaga stabilitas dan keberlanjutan kelompok, meskipun sistem tanggung renteng secara formal tidak dijalankan secara harfiah.</p>Fadila Santika PutriT. Romi Marnelly
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D80104The Influence of Brand Image and Fear of Missing Out (FoMO) on the Purchase Decision of Puma Speedcat Products Among Students at the University of Sumatera Utara
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14333
<p><em>Trends and social media have sparked fierce competition in the footwear industry, particularly regarding the Puma Speedcat product. This study aims to analyse the influence of brand image and the fear of missing out (FoMO) on consumers’ purchasing decisions regarding this product. The research method employed was a quantitative approach, with a sample of 100 respondents. The methods used included instrument testing (validity and reliability tests), classical assumption tests (normality, multicollinearity, and heteroscedasticity tests), and multiple linear regression analysis for hypothesis testing. The research results from the partial t-test indicate that Brand Image has a significant effect (t-calculated = 4,438), as does the FoMO variable, which was found to have a significant effect (t-calculated = 9,898) in driving consumer interest to purchase. Simultaneously, the results of the F-test prove that both independent variables have a significant effect on purchasing decisions (calculated F = 126,075) with an R-squared value of 72,2%. The conclusion of this study confirms that purchasing decisions can be optimised to the fullest extent when a product has a strong reputation combined with the utilisation of the momentum of social trends currently developing within society.</em></p>Flora MarbunYohan William SilalahiYossie RosantiOnan Marakali Siregar
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D105118PROFIL PEREMPUAN PENGGEMAR BOYS LOVE THAILAND (THAIENTHU) DI KOTA PEKANBARU
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14346
<p>Fenomena <em>Boys Love </em>Thailand semakin berkembang dengan kemajuan medias digital dan meningkatkan akses masyarakat terhadap budaya populer global perkembangan tersebut turut melahirkan komunitas penggemar yang dikenal sebagai <em>ThaiEnthu</em> yaitu sebutan untuk penggemar <em>Boys Love </em>Thailand yang aktif mengonsumsi konten, berinteraksi, serta membangun relasi sosial melalui digital maupun komunitas penggemar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi perempuan menjadi penggemar <em>Boys Love </em>Thailand serta memaknai bagaimana mereka mengelola identitas, mengekspresikan diri, dan membangun interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, informan penelitian terdiri dari perempuan penggemar <em>Boys Love </em>Thailand yang tergabung dalam komunitas <em>ThaiEnthu </em>di Kota Pekanbaru dan dipilih menggunakan tekniks <em>snowball sampling. </em>Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Teori Dramaturgi Erving Goffaman digunakan sebagai landasan utama memahami identitas penggemar dalam berbagai kontks sosial, hasil penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan informan terhadap <em>Boys Love </em>Thailand dipengaruhi oleh paparan media sosial, rekomendasi dari lingkungan pertemanan, daya tarik naratif dan visual dalam series, serta fungsi <em>Boys Love </em>sebagai hiburan dan pelarian emosional. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggemar melakukan pengelolaan identita melalui pebedaan antara <em>front stage </em>dan <em>back stage </em>sebagai bentuk penyesuaian terhadap stigma sosial yang masih berkembang dimasyarakat, selain itu media sebagai bentuk penyesuaian terhadap stigma sosial yang masih berkembang di masyarakat, selain itu media sosial dan komunitas <em>ThaiEnthu </em>berperan sebagai ruang interaksi yang memungkinkan penggemar memperoleh dukungan sosial, membangun relasi, dan mengekspresikan identitas mereka dengan lebih leluasa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa <em>fandom Boys Love </em>Thailand tidak hanya berkaitan dengan konsumsi hiburan tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan identitas dan interaksi perempuan dalam konteks budaya populer digital.</p>Lola SagitaRisdayati .
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D119125PENGALAMAN INDIVIDU DENGAN ATTACHMENT ANXIETY DALAM HUBUNGAN PACARAN PADA DEWASA AWAL
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14343
<p>Attachment anxiety merupakan salah satu bentuk insecure attachment yang ditandai dengan ketakutan akan penolakan, kekhawatiran ditinggalkan pasangan, kebutuhan yang tinggi akan kedekatan, serta kecenderungan mencari kepastian secara berlebihan dalam hubungan romantis. Fenomena ini banyak ditemukan pada individu dewasa awal yang sedang menjalani hubungan pacaran dan dapat memengaruhi kualitas hubungan maupun kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis temuan-temuan penelitian mengenai pengalaman individu dengan attachment anxiety dalam hubungan pacaran pada dewasa awal, faktor-faktor yang memengaruhinya, dampaknya terhadap kualitas hubungan, serta faktor protektif yang membantu individu mengelola kecemasan keterikatan tersebut. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 12 penelitian yang relevan dengan topik attachment anxiety pada hubungan romantis dewasa awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa individu dengan attachment anxiety umumnya mengalami ketakutan akan penolakan dan ditinggalkan pasangan, kecemburuan yang berlebihan, ketergantungan emosional, kebutuhan tinggi akan reassurance, overthinking, serta rendahnya penilaian terhadap diri sendiri. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap munculnya attachment anxiety meliputi childhood adversity, perceraian orang tua, emotional abuse, pengalaman pengasuhan yang kurang optimal, parentification, serta pengalaman hubungan yang tidak sehat. Attachment anxiety ditemukan berkaitan dengan rendahnya kualitas hubungan, meningkatnya konflik interpersonal, kecemburuan, ketergantungan emosional, bertahannya individu dalam hubungan yang abusif, hingga meningkatnya kerentanan terhadap distress psikologis. Adapun faktor protektif yang ditemukan meliputi forgiveness, social support, dan self-compassion.</p> <p>Temuan ini menunjukkan bahwa attachment anxiety merupakan fenomena yang kompleks dan dipengaruhi oleh pengalaman relasional sejak masa awal kehidupan hingga pengalaman romantis pada masa dewasa awal. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan faktor protektif dan pengembangan intervensi psikologis yang dapat membantu individu membangun hubungan romantis yang lebih sehat.</p>Marssel Michael SengkeyAchilles William FerdinandAnabel Virlia CarlosPatricia Debra Ann Kawilarang
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D126147FENOMENA "QUEEN TREATMENT" PADA GEN Z: KAJIAN TERHADAP PERGESERAN MAKNA FEMINISME
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14342
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena "Queen Treatment" yang berkembang di kalangan Generasi Z serta kaitannya dengan pergeseran makna feminisme di era digital. Metode yang digunakan adalah literature review atau kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif, melalui pengumpulan dan analisis berbagai jurnal ilmiah, artikel akademik, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa "Queen Treatment" dipahami oleh Gen Z sebagai standar perlakuan istimewa dalam hubungan romantis yang dikonstruksi melalui konten media sosial, khususnya TikTok, Instagram, dan X. Fenomena ini memperlihatkan terjadinya pergeseran makna feminisme dari gerakan pembebasan struktural menuju bentuk validasi sosial berbasis konsumsi dan performativitas gender. Media sosial berperan besar dalam membentuk standar relasi modern serta mempengaruhi cara pandang generasi muda terhadap kesetaraan gender. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pergeseran tersebut merupakan cerminan dari postfeminisme yang terinternalisasi dalam budaya populer digital. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah penggunaan metode wawancara mendalam dan survei pada populasi Gen Z untuk memperoleh data empiris yang lebih komprehensif.</p>Marssel Michael SengkeyAryo Satria LupaErlinda Triana HerawatiFeynia Greyta Naomi Telew
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D148156MODAL SOSIAL OWNER STUDIO BLUESICK DI KOTA PEKANBARU
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14345
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis modal sosial yang dimiliki pemilik Studio Bluesick Tattoo dalam mempertahankan keberlangsungan usahanya di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri dari pemilik studio, pelanggan, serta pihak yang memiliki hubungan kerja sama dengan studio. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang dimiliki owner Studio Bluesick Tattoo terdiri atas jaringan (network), kepercayaan (trust), dan norma (norms).</p>Meynanda Voliyka SariResdati .
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D157165Perlindungan Hukum terhadap Kejahatan Scam pada Aplikasi E-Wallet dan Kepastian Regulasi Investasi Energi Terbarukan sebagai Upaya Mendukung Transformasi Digital dan Transisi Energi Berkelanjutan di Indonesia
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14858
<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="342"> <p>Transformasi digital dan transisi energi berkelanjutan merupakan dua agenda strategis yang menjadi fokus pembangunan nasional Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Di satu sisi, perkembangan teknologi finansial telah mendorong peningkatan penggunaan aplikasi dompet digital (e-wallet) yang memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti oleh meningkatnya risiko kejahatan siber, seperti scam, phishing, pencurian data pribadi, peretasan akun, dan penyalahgunaan identitas digital yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi pengguna. Di sisi lain, komitmen Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi karbon dan mendukung pembangunan berkelanjutan mendorong pemerintah untuk mengembangkan investasi di sektor energi terbarukan melalui berbagai kebijakan dan regulasi yang berorientasi pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Penerapan prinsip ESG menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kepercayaan investor, menciptakan kepastian hukum, serta memastikan bahwa kegiatan investasi berjalan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap kejahatan scam pada aplikasi e-wallet serta mengevaluasi kepastian regulasi investasi energi terbarukan dalam mendukung transformasi digital dan transisi energi berkelanjutan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Analisis dilakukan terhadap berbagai regulasi yang berkaitan dengan perlindungan data pribadi, transaksi elektronik, sistem pembayaran digital, investasi, dan kebijakan energi terbarukan, guna menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum dan pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki berbagai instrumen hukum, seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, regulasi Bank Indonesia, serta kebijakan investasi energi terbarukan berbasis ESG, masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasinya. Pada sektor e-wallet, perlindungan hukum terhadap korban kejahatan scam belum berjalan secara optimal akibat lemahnya mekanisme pertanggungjawaban penyelenggara layanan dan penyelesaian sengketa digital. Sementara itu, pada sektor energi terbarukan, kepastian regulasi dan konsistensi kebijakan masih menjadi faktor penting yang memengaruhi kepercayaan investor dalam mendukung transisi energi berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi yang lebih komprehensif, peningkatan keamanan sistem digital, optimalisasi penegakan hukum, serta harmonisasi kebijakan investasi berbasis ESG guna menciptakan ekosistem digital yang aman dan iklim investasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, perlindungan hukum yang efektif dan kepastian regulasi yang kuat dapat menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi digital dan transisi energi berkelanjutan di Indonesia.</p> <p>Kata Kunci: perlindungan hukum, scam, e-wallet, transformasi digital, investasi berkelanjutan, energi terbarukan, ESG, kepastian hukum.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Moch Fahmi Rifal MarpaungKetut AstawaWiwin TriyunartiDevi Siti Hamzah Marpaung
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D166179Peran Lembaga Arbitrase dalam Penyelesaian Sengketa Komersial dan Implikasinya terhadap Stabilitas Ekonomi serta Perlindungan Pelaku Usaha di Indonesia
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14859
<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="342"> <p>Perkembangan kegiatan ekonomi dan bisnis di Indonesia menuntut adanya sistem hukum yang mampu menciptakan kepastian hukum, menjaga stabilitas ekonomi, serta memberikan perlindungan yang memadai bagi pelaku usaha. Dalam konteks tersebut, lembaga arbitrase hadir sebagai salah satu alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang berperan penting dalam menyelesaikan sengketa komersial secara cepat, efisien, dan rahasia. Keberadaan arbitrase tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi para pihak yang bersengketa, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya iklim usaha yang kondusif dan peningkatan kepercayaan investor terhadap sistem hukum dan perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lembaga arbitrase dalam penyelesaian sengketa komersial serta implikasinya terhadap stabilitas ekonomi dan perlindungan pelaku usaha di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga arbitrase memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas penyelesaian sengketa bisnis, memberikan kepastian hukum, mengurangi beban penyelesaian perkara di pengadilan, serta menciptakan rasa aman bagi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan ekonominya. Keberadaan mekanisme arbitrase yang efektif turut mendukung stabilitas ekonomi melalui peningkatan kepercayaan investor dan terciptanya iklim investasi yang sehat. Namun demikian, implementasi arbitrase di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya pemahaman masyarakat dan pelaku usaha mengenai arbitrase, keterbatasan pelaksanaan putusan arbitrase, serta perlunya penguatan regulasi dan kelembagaan untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian sengketa komersial. Oleh karena itu, optimalisasi peran lembaga arbitrase menjadi penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, menjaga stabilitas ekonomi, serta memberikan perlindungan hukum yang berkeadilan bagi pelaku usaha di Indonesia.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Moch Fahmi Rifal MarpaungAde Maman SuhermanTri SetiadyWiwin Triyunarti
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D180187PERAN GANDA IBU TUNGGAL PEDAGANG SAYUR DI PASAR KODIM KOTA PEKANBARU
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14374
<p>Penelitian ini membahas Peran Ganda Ibu Tunggal Pedagang Sayur di Pasar Kodim Kota Pekanbaru. Di dalam keluarga terdapat peran sebagai ayah, ibu, dan anak yang memiliki hak dan kewajiban masing-masing yang berbeda-beda. Namun, peran yang ada akan berubah jika salah satu diantara anggota keluarga tidak mampu lagi menjalankan perannya di dalam keluarga. Hal ini terjadi pada ibu tunggal yang sudah tidak memiliki suami akibat dari perceraian, kematian, maupun ditinggal pergi sejak lama. Adanya tuntutan ekonomi dan peningkatan kebutuhan membuat ibu tunggal juga terlibat dalam pekerjaan, salah satunya pada sektor informal yaitu sebagai pedagang sayur di pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman peran ganda yang dijalankan oleh ibu tunggal pedagang sayur di Pasar Kodim serta mengetahui dampak yang terjadi kepada ibu tunggal akibat dari menjalankan dua peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe fenomenologi, serta dianalisis menggunakan teori Feminis <em>Standpoint</em> Dorothy Smith yang terdapat konsep perempuan sebagai subjek yang dilihat melalui posisi sosial, kemudian hubungan kekuasaan, dan kesadaran terbelah. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan ibu tunggal pedagang sayur menjalankan peran gandanya dalam ranah domestik yaitu memasak, membereskan dan menyapu rumah, menyapu halaman rumah, mengepel, mencuci pakaian, menjemur pakaian, melipat pakaian, dan mencuci piring. Sedangkan aktivitas ranah publik sebagai pedagang sayur yaitu dimulai dari membeli sayur untuk dijual dan ada juga sayur yang sudah langsung diantar ke lapak, setelah itu membuka lapak dagangan, menyusun sayur-sayuran yang akan dijual, menyiram sayur dengan air agar tetap segar, membersihkan sayur, melayani pembeli. Dengan adanya peran ganda juga menimbulkan dampak dalam aspek sosial, ekonomi, maupun kesehatan.</p>Nadia Dwi PutriT. Romi Marnelly
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D188196PENGARUH CULTURE SHOCK TERHADAP TINGKAT ADAPTASI PADA MAHASISWA PERANTAU JURUSAN SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS RIAU
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14349
<p>Fenomena mahasiswa perantau membawa tantangan multidemensional mulai dari aspek emosional, sosial, akademik, hingga budaya yang berpotensi memicu terjadinya <em>culture shock</em> (gegar budaya). Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh <em>culture shock</em> terhadap tingkat adaptasi pada mahasiswa perantau domestik di Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 40 responden mahasiswa perantau dan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif serta inferensial (regresi linear sederhana). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat <em>culture shock</em> mahasiswa perantau mayoritas berada pada kategori sedang, sementara tingkat adaptasi mereka berada pada rentang kategori sedang hingga tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa mampu mengelola tekanan dan melakukan penyesuaian diri secara bertahap seiring berjalannya waktu. Secara empiris, keberhasilan penyesuaian diri mahasiswa perantau tidak hanya ditentukan oleh <em>culture shock</em>, melainkan dipengaruhi secara simultan oleh faktor pendukung lain seperti dukungan sosial teman sebaya, kepribadian, lingkungan pertemanan, dan kemampuan komunikasi.</p>Nivandra Zulfah MaftukhahIndrawati Indrawati
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D197217DUKUNGAN KELUARGA DAN KECEMASAN MAHASISWA PERANTAU
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14375
<p>Mahasiswa yang belajar jauh dari kampung halaman biasanya disebut mahasiswa perantau. Mereka mengalami tantangan psikologis yang lebih rumit dibandingkan dengan mahasiswa yang tinggal bersama keluarga. Salah satu reaksi psikologis yang paling umum dilaporkan di antara kelompok ini adalah kecemasan, yang jika tidak diatasi dapat berdampak buruk pada prestasi akademik dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Artikel ini menyajikan ulasan literatur sistematis tentang berbagai penelitian empiris dan teoritis yang berkaitan dengan hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan mahasiswa perantau. Penelusuran dilakukan terhadap artikel-artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 melalui berbagai basis data akademis, menghasilkan 47 sumber yang relevan dan layak untuk dianalisis lebih mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan negatif yang konsisten dengan kecemasan, yang berarti semakin besar dukungan yang dirasakan mahasiswa, semakin kecil tingkat kecemasan yang mereka hadapi. Di antara berbagai jenis dukungan, komponen emosional memiliki pengaruh paling besar, diikuti oleh dukungan informasi dan evaluasi. Penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah faktor yang mempengaruhi hubungan tersebut, seperti kualitas komunikasi melalui media digital, jarak geografis, dan lama waktu merantau. Implikasi dari hasil penelitian ini mencakup saran bagi perguruan tinggi untuk melibatkan keluarga dalam program dukungan mahasiswa, serta bagi peneliti untuk mengembangkan studi longitudinal yang lebih komprehensif.</p>Nova Lisye SinaulanRegen Mokat BinanggalIsai Gideon PangalilaGraiyen dytho katuukFilzgerard Oroh
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D218228PELAKSANAAN EKSEKUSI AGUNAN YANG BELUM DIDAFTARKAN HAK TANGGUNGAN OLEH BTN SYARIAH PEKANBARU DALAM HAL NASABAH MENINGGAL DUNIA SEBELUM AKAD BERAKHIR
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14364
<p>Penelitian ini mengkaji pelaksanaan eksekusi agunan yang belum didaftarkan Hak Tanggungan oleh BTN Syariah Pekanbaru dalam hal nasabah meninggal dunia sebelum akad berakhir. Masalah muncul karena SKMHT tidak memiliki kekuatan eksekusi penuh, yang mengakibatkan kesulitan dalam pelaksanaan eksekusi agunan ketika ahli waris melakukan wanprestasi dan melanggar ketentuan Pasal 21 huruf b Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum sosiologis, dengan data primer dikumpulkan melalui wawancara. Penelitian ini menemukan bahwa masalah utama terkait dengan SKMHT sebagai agunan adalah ketidakmampuannya untuk langsung melaksanakan eksekusi tanpa diubah menjadi Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT). Disarankan agar SKMHT segera diubah menjadi APHT agar memberikan hak eksekusi yang jelas bagi bank dan meningkatkan kepastian hukum.</p>Puti JasmineMaryati BachtiarRicki Musliadi
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D229237PENGARUH SELF ESTEEM DAN SELF EFFICACY TERHADAP KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA MANAJEMEN UNIVERSITAS RIAU ANGKATAN 2021
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14324
<p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>This study aims to analyze the effect of self esteem and self efficacy on work </sub></span></em></p> <p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>readiness among Management students at the University of Riau, class of 2021. </sub></span></em></p> <p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>This research employs a quantitative approach with a population of 331 students </sub></span></em></p> <p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>and a sample of 181 respondents, determined using the Slovin formula with a </sub></span></em></p> <p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>simple random sampling technique. Data were collected through questionnaires </sub></span></em></p> <p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>and analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS version </sub></span></em></p> <p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>23. The data analysis techniques included data quality tests, classical assumption </sub></span></em></p> <p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>tests, multiple linear regression analysis, and the coefficient of determination with </sub></span></em></p> <p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>a significance level of 0.05. The results of this study indicate that self esteem and </sub></span></em></p> <p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>self efficacy have a positive and significant effect on work readiness, both </sub></span></em></p> <p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>partially and simultaneously. Based on the coefficient of determination (R²) test, a </sub></span></em></p> <p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>value of 0.593 was obtained, indicating that self esteem and self efficacy </sub></span></em></p> <p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>simultaneously contribute 59.3% to students’ work readiness, while the remaining </sub></span></em></p> <p><em><span style="text-decoration: underline;"><sub>40.7% is influenced by other variables outside this study.</sub></span></em></p>Putri NurhayatiRosnelly RoesdiAhmad Rifqi
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D238253PERAN DINAS SOSIAL DALAM PELAKSANAAN PEMBERDAYAAN SOSIAL TERHADAP KELUARGA MISKIN DI KECAMATAN SUKAJADI BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU NOMOR 3 TAHUN 2023 TENTANG PENYELENGGARAAN KESEJAHTERAAN SOSIAL
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14291
<p>Penelitian ini mengkaji peran Dinas Sosial Kota Pekanbaru dalam pemberdayaan sosial keluarga miskin di Kecamatan Sukajadi berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 03 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. Fokus penelitian diarahkan pada pelaksanaan kewenangan Dinas Sosial melalui pengelolaan DTKS, verifikasi dan asesmen kelayakan, koordinasi, supervisi program, serta advokasi administratif bagi keluarga miskin.</p> <p>Penelitian menggunakan metode hukum sosiologis dengan pendekatan empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Sosial lebih dominan pada fungsi administratif dan koordinatif dibandingkan pelaksanaan langsung program pemberdayaan. Dinas Sosial berperan dalam validasi dan pemutakhiran data, monitoring dan evaluasi, verifikasi lapangan, serta penyelesaian kendala administratif, sementara pendampingan intensif dilakukan oleh pendamping PKH. Dukungan modal usaha dan pelatihan keterampilan belum terealisasi akibat keterbatasan anggaran. Kendala utama meliputi keterbatasan fiskal, kapasitas pelaksana, dan dinamika data kemiskinan. Penelitian merekomendasikan penguatan anggaran, peningkatan kapasitas pelaksana, dan optimalisasi tata kelola data untuk meningkatkan efektivitas pemberdayaan sosial.</p>Raditya Bagus Wira PratamaEvi Deliana HZZulwisman .
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D254265Manajemen Harga dan Keberlanjutan Usaha Perabotan Kayu Melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular (Circular Economy) (Studi Kasus UD Lusi Perabot)
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14386
<table> <tbody> <tr> <td> <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penetapan harga dan implikasinya terhadap keberlanjutan usaha (business sustainability) melalui pendekatan ekonomi sirkular (circular economy) pada Usaha Mikro dan Kecil (UMK) furnitur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus pada UD Lusi Perabot. Data primer dihimpun melalui kegiatan observasi lapangan serta wawancara mendalam secara langsung bersama pemilik toko selaku informan kunci, didukung oleh data sekunder berupa literatur dan dokumen operasional usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UD Lusi Perabot telah mengimplementasikan lima prinsip utama ekonomi sirkular, yaitu reduce, reuse, upcycling, waste-as-resource, dan reverse supply chain melalui pemulihan perabot kayu bekas layak pakai dari masyarakat untuk direkonstruksi menjadi produk baru bernilai ekonomis tinggi. Dalam manajemen harga, usaha ini menerapkan metode cost-plus pricing. Adopsi model sirkular terbukti memberikan keunggulan biaya (cost advantage) yang signifikan karena meminimalkan pengeluaran pos pengadaan material primer, sehingga menjaga harga jual produk tetap kompetitif di pasar. Secara holistik, integrasi manajemen harga dan prinsip sirkular berkontribusi positif terhadap keberlanjutan ekonomi (fleksibilitas margin keuntungan), sosial (penyerapan tenaga kerja lokal), dan lingkungan (reduksi limbah padat perkotaan). Kendati demikian, pelaku usaha masih dihadapkan pada hambatan infrastruktur fisik banjir lokal, fluktuasi kualitas bahan baku masuk, serta keterbatasan pemasaran digital. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan SOP kendali mutu bahan baku, perbaikan drainase internal gudang, dan pemanfaatan pemasaran digital berbasis green branding.</span></p> </td> </tr> </tbody> </table>Rani Selvia SipayungPrimawati SinagaTria Indah Syahrani LubisErdiana Br ManikEvi Syuriani Harahap
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D266276GENERASI Z DAN RASIONALITAS POLITIK: STUDI PEMILIH PEMULA MAHASISWA JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS UNIVERSITAS RIAU ANGKATAN 2024 PADA PEMILU 2024
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14363
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga, teman sebaya, media sosial, lingkungan kampus, dan latar belakang pendidikan dalam proses penentuan pilihan politik pemilih pemula serta mengkaji bagaimana rasionalitas politik pemilih pemula terwujud berdasarkan teori pilihan rasional James Coleman. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap lima mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Riau angkatan 2024 yang merupakan pemilih pemula pada Pemilu Presiden 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial merupakan sumber informasi politik yang paling dominan dalam memengaruhi proses penentuan pilihan politik informan, sedangkan keluarga, teman sebaya, lingkungan kampus, dan latar belakang pendidikan berperan sebagai faktor pendukung. Rasionalitas politik pemilih pemula terlihat melalui upaya mencari informasi, membandingkan visi dan misi, menilai rekam jejak calon, serta mempertimbangkan manfaat yang diharapkan dari pilihan politik yang diambil. Meskipun terdapat pengaruh emosional dan keterbatasan informasi, keputusan politik tetap didasarkan pada pertimbangan yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masing-masing informan. Dengan demikian, pemilih pemula menunjukkan perilaku politik yang cenderung rasional meskipun berada dalam kondisi rasionalitas terbatas.</p>Rianita DamanikMita Rosaliza
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D277282RASIONALITAS TRANSFORMASI PETANI (STUDI DI DESA SUNGAI BAUNG KECAMATAN RENGAT BARAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU)
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14351
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pilihan rasional petani dalam melakukan peralihan lahan karet menjadi kelapa sawit di Desa Sungai Baung, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu. Keputusan petani tidak semata mata bersifat individual, tetapi tertanam dalam jaringan sosial yang melibatkan aktor lainnya. Subjek pada penelitian ini terdiri dari Petani pemilik lahan dan tauke yang dipilih berdasarkankan pada fokus penelitian kualitatif deskriptif yang menetapkan kriteria sesuai data yang dibutuhkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Melibatkan enam orang informan sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keputusan petani melakukan peralihan lahan didorong oleh pertimbangan rasional, terutama karena tanaman karet sudah tidak produktif lagi dan harga jual yang rendah. Selain itu, keberhasilan ekonomi petani yang lebih dahulu menanam sawit menjadi sumber informasi dan pertimbangan bagi petani lain untuk mengikuti langkah yang samaBerdasarkan teori tindakan rasional Coleman, keputusan petani untuk melakukan transformasi lahan dapat dipahami sebagai tindakan yang didorong oleh upaya mencapai tujuan ekonomi yang lebih menguntungkan. Pilihan tersebut lahir dari proses pertimbangan terhadap kondisi yang dihadapi serta pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya ekonomi maupun sumber daya sosial, untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.</p>Yolla Ockta ViraMita Rosaliza
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D283291Condition of coral reef in the waters of Tugulufa Beach, Tidore District, Tidore Kepulauan City
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14867
<p><em>Reef coral is ecosystem the sea that has function ecological important , including as a habitat for various marine biota , protector beach from abrasion , as well as provider source Power economy for public coast . However, the increasing activity man like arrest fish that are not friendly environment, disposal waste, as well as changes in physical parameters and seawater chemistry cause damage reefs corals in various region coastal areas, including the beach Tugulufa . Study this aim for know condition reefs coral in the waters beach Tugulufa , District Tidore , Tidore City Islands . Study This use method Line Intercept Transect (LIT) that is done on three station observation with depth And characteristics different waters . Data collected covering type coral , percentage cover coral life , and environmental parameters like temperature , salinity , and pH of sea water . Results study show that condition reefs coral in the waters Beach Tugulufa classified as not enough Good until currently . Station II has cover coral life highest that is around 60%, whereas Stations I and III are dominated by substrate abiotic And coral dead with cover above 40 %. Type the most coral found is Non- Acropora which has massive form and submassive , whereas type Acropora found in amount A little . Temperature waters is at on the range of 29°C is still optimal, however mark salinity (30‰) and pH (7) indicate poor conditions support growth coral . In whole , ecosystem reefs coral on the beach Tugulufa has experience pressure sufficient environment big . Required effort conservation , rehabilitation , and management sustainable so that the ecosystem reefs coral still awake And can support balance ecology waters .</em></p>Surti HusainMahruf AzisMuhammad Ali Ahmad
##submission.copyrightStatement##
2026-09-082026-09-08129.D292307