Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP
<p><strong>Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan</strong> (JIWP) |ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1532701790&1&&">2089-5364 (online)</a>| diterbitkan oleh PT. Ruang Riset Peneliti, dengan Nomor Sertifikat Pendirian : AHU-A083374.AH.01.30.Tahun 2026 yang bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Pemerhati Pendidikan Indonesia (ADPPI), yang berisi tentang artikel hasil kajian dan penelitian di bidang Pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi. Diterbitkan sebagai upaya untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan temuan di bidang Pendidikan, ilmu sosial, Ekonomi, Hukum, danTeologi. Jurnal ini terbit setiap bulan</p> <p>JIWP Memuat hasil kajian, analisis, dan penelitian tentang perancangan, pengembangan, pengelolaan, pemanfaatan, evaluasi, dan penelitian dalam bidang pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi yang merupakan hasil penelitian atau literaur Review di lembaga pendidikan formal, non-formal dan informal serta lembaga-lembaga pelatihan.</p> <p> Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan merupakan media komunikasi ilmiah bagi dosen, guru, widyaiswara, mentor, mahasiswa, dan praktisi pendidikan lainnya serta pemerhati kependidikan. Jurnal ini dimaksudkan sebagai wadah untuk menyebarluaskan hasil kajian, pemikiran, penelitian, dan evaluasi yang relevan dengan kawasan pendidikan. Artikel yang diterima dan diproses oleh redaksi adalah artikel secara substansi berhubungan dengan pendidikan Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, dan Teologi.</p>Peneliti.neten-USJurnal Ilmiah Wahana Pendidikan2622-8327ANALISIS ISI PEMBERITAAN KASUS KERACUNAN MBG : PERSEPSI PUBLIK DAN RESPON DI MEDIA SOSIAL TIKTOK
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13620
<p>Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat mengomsumsi informasi dan membentuk opini public, termasuk dalam merespon kasus keracunan massal pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ramai diperbincangan di TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi pemberitaan kasus keracunan MBG serta memahami persepsi dan respon public di media sosial TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi berdasarkan teori Bernard Barelson yang menekankan analisis pesan secara sistematik dab objektif terhadap isi komunikasi yang tampak. Data diperoleh dari pemberitaan daring serta konten dan komentar pengguna TikTok terkait kasus tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberitaan dan respon publik didominasi oleh narasi negatif berupa kritik terhadap pemerintah dan lembaga pelaksana, kemarahan masyarakat dan menurunnya kepercayaan masyarakat, meskipun juga ditemukan respon baik dan penggunaan humor sebagai bentuk protes sosial. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa media sosial, khususnya TikTok memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik dan konstruksi realitas sosial terhadap kebijakan dan program pemerintah.</p>Ajeng Safitri AndrianiAmelza Rofina ElwantiDiana Amelia PutriFayza Islah Auly HermanFudjia Syahwal Rani
##submission.copyrightStatement##
2026-07-292026-07-29127.C2937Pengaruh penggunaan sari daun ubi jalar putih (Ipomoea batatas L) pada pembuatan kue mangkok terhadap kualitas fisik dan mutu sensoris
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13574
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan sari daun ubi jalar putih (<em>Ipomoea batatas</em> <em>L</em>.) terhadap kualitas fisik dan mutu sensoris kue mangkok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen melalui tiga perlakuan penggunaan sari daun ubi jalar putih sebesar 2%, 4%, dan 6% dari total berat adonan kue mangkok. Uji validasi instrumen dilakukan oleh lima panelis terlatih. Pengujian kualitas fisik difokuskan pada aspek morfologi pori-pori dengan tiga kali pengulangan, sedangkan uji mutu sensoris melibatkan 45 panelis agak terlatih. Analisis uji kualitas fisik menggunakan uji <em>One Way ANOVA</em> menunjukkan bahwa penggunaan sari daun ubi jalar putih berpengaruh signifikan terhadap morfologi pori-pori. Kemudian dilanjut dengan uji Duncan, menunjukkan terdapat perbedaan nyata antarperlakuan, dengan perlakuan 4% memperoleh skor tertinggi pada aspek tersebut. Hasil uji mutu sensoris menunjukkan bahwa penggunaan sari daun ubi jalar putih tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pori-pori, kelembutan, kekenyalan, rasa manis, dan rasa daun ubi jalar putih. Namun, terdapat pengaruh signifikan pada aspek warna dan aroma. Uji lanjut <em>Tuckey’s</em> menunjukkan bahwa pada aspek warna, seluruh perlakuan berbeda nyata, dengan perlakuan 6% menghasilkan warna hijau gelap dengan skor tertinggi. Pada aspek aroma, perlakuan 2% dan 4% tidak berbeda nyata dan tergolong tidak beraroma daun ubi jalar putih, sedangkan perlakuan 6% menunjukkan aroma yang agak terasa.Berdasarkan keseluruhan hasil kualitas fisik dan mutu sensoris, kue mangkok dengan penambahan sari daun ubi jalar putih sebesar 4% direkomendasikan karena memiliki karakteristik yang paling mendekati produk kontrol.</p>Mardhatillah KinantiRusilanti RusilantiGuspri Devi Artanti
##submission.copyrightStatement##
2026-07-292026-07-29127.C3846PENGEMBANGAN MEDIA FLIPBOOK DIGITAL MATERI SAUS DASAR BESERTA TURUNANNYA PADA MATA PELAJARAN PENGO LAHAN MAKANAN KONTINENTAL
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13583
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran berupa <em>flipbook digital</em> pada materi saus dasar beserta turunannya dalam mata pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental. Penelitian dilaksanakan di SMKN 24 Jakarta dengan menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&D) model DDD-E (<em>Decide, Design, Develop, Evaluate</em>). Tahap <em>decide </em>dilakukan melalui survei menggunakan <em>Google Form</em> untuk menetapkan tujuan pembelajaran, menentukan ruang lingkup multimedia, serta menilai kemampuan prasyarat dan sumber daya. Tahap <em>design</em> meliputi penyusunan outline materi berupa JM, GBIM, dan <em>storyboard</em>. Pada tahapan <em>develop</em>, media dikembangkan berdasarkan <em>storyboard</em> yang telah disusun sebelumnya menggunakan aplikasi Canva Pro yang dilanjutkan dengan aplikasi Heyzine.Com untuk penambahan tautan dan video pembelajaran. Tahap <em>evaluate</em> melibatkan validasi oleh ahli bahasa, ahli materi, dan ahli media, serta uji coba kepada peserta didik. Hasil validasi menunjukkan skor 96% dari ahli materi, 97% dari ahli bahasa, dan 82% dari ahli media. Uji kelayakan memperoleh skor 93% pada <em>one-to-one</em>, 91% pada <em>small group</em>, dan 95% pada <em>field test</em>. Uji respon pengguna menunjukkan skor 96% dari peserta didik dan 100% dari guru pengampu dengan kategori “sangat kuat” yang menunjukan bahwa baik peserta didik maupun guru pengampu memiliki tingkat ketertarikan dan kebermanfaatan yang tinggi. Maka, media pembelajaran <em>flipbook digital</em> materi saus dasar beserta turunannya pada mata pelajaran pengolahan makanan kontinental dinyatakan sangat kayak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.</p>Najla Qanitah SaifulRina FebrianaGuspri Devi Artanti
##submission.copyrightStatement##
2026-07-292026-07-29127.C4760IMPLEMENTASI PRINSIP EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS ASESMEN AUTENTIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13581
<p>Evaluasi pendidikan adalah sebuah komponen penting di dalam suatu pendidikan yang akan menentukan keberhasilan proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini mengkaji tentang prinsip evaluasi berbasis asesmen autentik di jenjang SMA untuk meningkatkan pendidikan peserta didik di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tehnik observasi, wawancara, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan evaluasi yang konferhensif,objektif dan berkelanjutan dengan pendekatan autentik yang mampu memberikan gambaran suatu sebenarnya kepada peserta didik, tidak hanya aspek kognitif saja tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik juga. Novelty dari penelitian ini adalah terletak dalam pengembangan model evaluasi intregatif yang menggabungkan dengan asesmen formatif dan sumatif dengan memanfaatkan sebuah teknologi digital untuk mengembangkan pembelajaran di abadi 21 ini di tingkat SMA ini.</p>Dhaifullah Mochtar Adi PratamaAri Anshori
##submission.copyrightStatement##
2026-07-292026-07-29127.C6167The Integration of Multi-Dimensional Play and Scientific Inquiry in Early Childhood Education: A Systematic Literature Review of Pedagogical Strategies
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14752
<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan mensintesis literatur terkini mengenai integrasi bermain multidimensi dan inkuiri saintifik dalam pendidikan anak usia dini. Menggunakan Systematic Literature Review (SLR) berbasis pedoman PRISMA, pencarian dilakukan pada Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Integrasi bermain sensori motor, peran, dan pembangunan dengan tahapan inkuiri saintifik (observasi hingga refleksi) terbukti meningkatkan pemikiran ilmiah, penalaran, dan keterampilan berpikir kritis secara signifikan. Pendekatan ini juga memajukan pemahaman konsep STEM, kemampuan ilmiah dasar seperti observasi dan eksperimentasi, serta literasi media. Secara afektif, keterlibatan, motivasi intrinsik, rasa ingin tahu, dan keterampilan sosio-emosional anak meningkat. Strategi pedagogis efektif yang teridentifikasi meliputi scaffolding, pendekatan STEAM, pembelajaran kooperatif, dan model instruksional seperti Conceptual PlayWorld. Tantangan utama terletak pada kompetensi guru dalam mengintegrasikan STEM dan berpikir kritis, serta dominasi metode pengajaran tradisional. Tinjauan ini menggarisbawahi peningkatan substansial jumlah publikasi, mencapai puncaknya pada tahun 2025, menandakan pengakuan relevansi tema ini. Studi ini memperluas pemahaman tentang sinergi antara bermain multidimensi dan inkuiri saintifik, mengidentifikasi pola konseptualisasi integrasi dan dampaknya pada agensi pembelajar serta keterampilan berpikir kritis anak. Implikasi krusial adalah kebutuhan mendesak akan pengembangan profesional guru untuk memfasilitasi inkuiri saintifik, terutama dalam konteks bermain bebas, guna mendukung pengembangan holistik anak</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Musahrain MusahrainDevi ElisaRestu WibawaTrisula Agustina
##submission.copyrightStatement##
2026-07-292026-07-29127.C116ANALISIS TINDAK TUTUR ASERTIF ANAK SM-TPI SEKTOR SILO JEMAAT DAMAI
https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14753
<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur asertif yang digunakan dalam interaksi para pengasuh Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil di Pantai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis pragmatik. Sumber data penelitian berupa tuturan para pengasuh yang diperoleh melalui proses observasi, perekaman, pencatatan, dan transkripsi percakapan pada saat rapat maupun kegiatan perencanaan pelayanan. Data dianalisis dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur asertif berdasarkan teori Ibrahim Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam interaksi para pengasuh ditemukan enam bentuk tindak tutur asertif, yaitu <strong>(1) menyatakan</strong>, yang digunakan untuk menyampaikan informasi dan penegasan mengenai pelaksanaan tugas; <strong>(2) mengusulkan</strong>, yang digunakan untuk memberikan saran atau alternatif dalam pengambilan keputusan bersama<strong>; </strong><strong>(3) melaporkan</strong>, yang digunakan untuk menyampaikan informasi faktual mengenai pelaksanaan kegiatan dan hasil kolekte; <strong>(4) mengeluh</strong><strong>,</strong> yang digunakan untuk mengungkapkan ketidakpuasan terhadap suatu keadaan<strong>; </strong><strong>(5) mengemukakan pendapat</strong>, yang digunakan untuk menyampaikan pandangan sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan; dan <strong>(6) membual</strong>, yang digunakan sebagai ungkapan untuk mencairkan suasana dan mempererat hubungan sosial antaranggota. Keenam bentuk tindak tutur tersebut menunjukkan bahwa komunikasi para pengasuh tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai media koordinasi, pengambilan keputusan, evaluasi kegiatan, serta pembinaan hubungan sosial dalam organisasi pelayanan.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Regina Nifmaskossu
##submission.copyrightStatement##
2026-07-292026-07-29127.C1728