https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/issue/feedJurnal Ilmiah Wahana Pendidikan2026-04-23T17:20:14+07:00Admin JIWPjiwp@peneliti.netOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan</strong> (JIWP) |ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1532701790&1&&">2089-5364 (online)</a>| diterbitkan oleh Peneliti.net yang bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Pemerhati Pendidikan Indonesia (ADPPI), yang berisi tentang artikel hasil kajian dan penelitian di bidang Pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi. Diterbitkan sebagai upaya untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan temuan di bidang Pendidikan, ilmu sosial, Ekonomi, Hukum, danTeologi. Jurnal ini terbit setiap bulan</p> <p>JIWP Memuat hasil kajian, analisis, dan penelitian tentang perancangan, pengembangan, pengelolaan, pemanfaatan, evaluasi, dan penelitian dalam bidang pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi yang merupakan hasil penelitian atau literaur Review di lembaga pendidikan formal, non-formal dan informal serta lembaga-lembaga pelatihan.</p> <p> Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan merupakan media komunikasi ilmiah bagi dosen, guru, widyaiswara, mentor, mahasiswa, dan praktisi pendidikan lainnya serta pemerhati kependidikan. Jurnal ini dimaksudkan sebagai wadah untuk menyebarluaskan hasil kajian, pemikiran, penelitian, dan evaluasi yang relevan dengan kawasan pendidikan. Artikel yang diterima dan diproses oleh redaksi adalah artikel secara substansi berhubungan dengan pendidikan Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, dan Teologi.</p>https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12376Legal Aspects of Violations of Children's Rights in Relation to Online Game Top-Up Agreements by Minors and Child Protection2026-04-17T07:49:23+07:00Sabrina Sabrina1810631010278@student.unsika.ac.idCandra Hayatul Imancandra.hayatul@fh.unsika.ac.idRahmi Zubaedahrahmizubaedah@yahoo.comRani Aprianirani.apriani@fh.unsika.ac.id<p>The development of information technology in the digital age has given rise to the phenomenon of widespread online game top-up practices by minors. This practice raises legal issues because children, as legal subjects, are categorised as incapable of entering into agreements according to Article 1330 of the Civil Code. This study aims to analyse the legal aspects of violations of children's rights related to online game top-up agreements, identify their legal consequences, and examine protective measures for children in this context. This study employs a legal research method with an empirical legal approach, collecting data through a literature review of regulations and legal doctrines. The findings reveal that top-up agreements made by minors do not meet the legal requirements for a valid agreement and may lead to legal uncertainty, fraud risks, and negative impacts on children's psychosocial development. Mitigation efforts must be undertaken in a multidimensional manner, through regulatory updates, strengthening age verification mechanisms, the responsibility of digital platform providers, active parental involvement, and digital literacy among the public. This study is expected to serve as an academic and practical reference to support the strengthening of child protection in electronic transactions in the digital age.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12884Efektivitas Strenghtening Exercise Dan Balance Exercise Terhadap Functional Mobility Dan Risiko Jatuh Pada Lansia2026-04-17T07:49:23+07:00Nazwa Noorsaluh Azzahranazwanoorsaluh@gmail.comHilmi Zadah F.hilmizadah@gmail.com<p>Lanjut usia merupakan fase akhir siklus kehidupan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang berpotensi menurunkan kualitas hidup. Salah satu masalah utama yang sering dialami oleh lansia adalah penurunan keseimbangan dan mobilitas fungsional yang berdampak pada meningkatnya risiko jatuh. Penelitian ini dilakukan di Dusun Ngandong, Sleman, Yogyakarta, dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas <em>strengthening exercise</em> dan <em>balance exercise</em> terhadap kemampuan fungsional serta penurunan risiko jatuh pada lansia. Desain penelitian menggunakan <em>double blind randomized control trial</em> dengan metode <em>two group pre-test post-test design</em>, melibatkan 40 responden lansia yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah <em>Morse Fall Scale (MFS)</em> dan <em>Time Up and Go Test (TUGT)</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok lansia yang mendapat intervensi <em>strengthening exercise</em> dan <em>balance exercise</em> mengalami peningkatan signifikan dalam mobilitas fungsional serta penurunan risiko jatuh dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05). Intervensi ini terbukti efektif dalam memperbaiki keseimbangan, meningkatkan kekuatan otot tungkai bawah, serta meningkatkan rasa percaya diri lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, program latihan berbasis fisioterapi ini dapat dijadikan salah satu pendekatan preventif dan promotif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia serta mengurangi beban sosial-ekonomi akibat cedera akibat jatuh.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14001Strategi Guru Dalam Mengatasi Anak Kesulitan Membaca Di Kelas IV SDN 3 Menggala Tahun Ajaran 2024/20252026-04-17T07:49:23+07:00Nila ZulfianiZulfianinila@gmail.comL. Habiburrahmanlhabiburrahman@gmail.comTuti Alawiahtutialawiah@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi guru dalam mengatasi anak kesulitan membaca pada kelas IV di SDN 3 Menggala dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat strategi guru</em><em>. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis study kasus dan rancangan model penelitian dari Milles dan Hubberman. Hasil penelitian menjelaskan bahwa strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas IV SDN 3 Menggala, dapat disimpulkan bahwa guru menerapkan berbagai pendekatan, seperti latihan membaca berulang, membaca cepat, latihan konsentrasi, serta penggunaan media bantu untuk menyesuaikan kebutuhan individual siswa. Faktor pendukung seperti kecerdasan siswa, motivasi belajar, dan minat baca turut mempercepat peningkatan kemampuan membaca, sementara faktor penghambat meliputi kurangnya dukungan keluarga, minimnya perhatian orang tua, kondisi sekolah yang belum optimal, serta keterbatasan waktu dan jumlah siswa yang besar. Meskipun strategi yang diterapkan bersifat fleksibel dan berorientasi pada pembelajaran menyenangkan, efektivitasnya masih terhambat oleh tantangan eksternal, sehingga diperlukan kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk memaksimalkan hasil pembelajaran.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-13T12:23:06+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14002Analisis Penerapan Alat Ukur (Level Baca) Terhadap Literasi Siswa Kelas 1 SDN 1 Sigar Penjalin2026-04-17T07:49:23+07:00Amalia Adiningrumameliaadiningrum@gmail.comLalu Habiburrahmanlaluhabibu@gmail.comSukarto SukartoSukarto@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan alat ukur level baca dalam mengembangkan literasi siswa kelas 1 SD, dengan studi kasus di SDN 1 Sigar Penjalin. Literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca, tetapi juga menulis, menyimak, dan berbicara, serta berperan penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak usia 6–8 tahun (Piaget). Faktor yang memengaruhi literasi meliputi aspek internal (minat, motivasi) dan eksternal (dukungan orang tua, sarana prasarana). Penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan penomologi. Subjek penelitian ini terdiri dari guru, kepala sekolah dan siswa SDN 1 Sigar Penjalin. Sumber data yang digunakan penelitian ini yaitu data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Teknik anaisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Alat ukur level baca digunakan untuk menilai pemahaman, kecepatan, dan analisis teks siswa, sekaligus menyesuaikan materi pembelajaran Jenis alat ukur yang diterapkan antara lain tes cloze, menceritakan kembali, tahapannya meliputi persiapan instrumen, pelaksanaan pengukuran (fonemik, kata, pemahaman), serta tindak lanjut berupa umpan balik dan laporan ke orang tua. Hasilnya menunjukkan peningkatan literasi, seperti penurunan siswa level dasar dari 40% menjadi 15%. Di SDN 1 Sigar Penjalin, penerapan alat ukur ini terbukti mendorong antusiasme siswa dan kolaborasi guru-orang tua. Kendala seperti waktu asesmen terbatas dan perbedaan kemampuan siswa diatasi dengan strategi asesmen bertahap dan aktivitas pendamping. Penelitian ini menyimpulkan bahwa alat ukur level baca efektif dalam membangun literasi awal yang personal dan inklusif, meski memerlukan penyesuaian dalam pelaksanaannya.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-13T12:32:36+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14003Pembelajaran ADAB Project Sebagai Sarana Penguasaan Kemampuan Kolaborasi Siswa Di SDN 1 Sigar Penjalin2026-04-17T07:49:23+07:00A. Hisyam Assidqihisamassidqi@gmail.comSukarto SukartoSukarto@gmail.comEliyana EliyanaEliyana@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dan dampak pembelajaran ADAB Project terhadap penguasaan kemampuan kolaborasi siswa kelas IV SDN 1 Sigar Penjalin Tahun Pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran ADAB Project efektif meningkatkan kolaborasi siswa dalam bentuk kerja kelompok, komunikasi, dan tanggung jawab bersama. Faktor pendukung utama adalah peran aktif guru dan keterlibatan siswa, sementara hambatan meliputi dinamika kelompok dan perbedaan motivasi antar siswa. Pembelajaran ADAB Project direkomendasikan menjadi strategi inovatif untuk menguatkan keterampilan abad 21 di sekolah dasar.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-13T12:49:47+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14004Implementasi Asesmen Diagnostik dalam Mendukung Pembelajaran Diferensiasi pada Siswa Kelas III di SDN 1 Medana Tahun Ajaran 2024/20252026-04-17T07:49:24+07:00Nisak Itriyananisakitriyana@gmail.comH. Lalu Habiburrahmanlaluhabibbayan@gmail.comLalu Marzoanzoanzakiya12@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi asesmen diagnostik dalam mendukung pembelajaran diferensiasi, dan (2) menganalisis dampaknya terhadap proses pembelajaran siswa kelas III di Sekolah Dasar Negeri 1 Medana Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis field research dan rancangan penelitian Miles dan Huberman. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru dan siswa kelas III, serta dokumentasi asesmen dan perangkat pembelajaran. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru kelas III A telah menerapkan asesmen diagnostik secara berkala untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa, (2) hasil asesmen digunakan sebagai dasar merancang pembelajaran diferensiasi dalam aspek konten, proses, dan produk, serta (3) implementasi ini berdampak positif pada peningkatan keterlibatan siswa dan responsivitas guru terhadap keragaman kemampuan kelas. Kendala utama terletak pada alokasi waktu penyusunan materi dan adaptasi strategi pembelajaran. Temuan ini menguatkan peran asesmen diagnostik sebagai fondasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-13T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14011Kesulitan Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV Di SD Negeri 1 Gunjan Asri Tahun 20252026-04-17T07:49:24+07:00Muhamad Dahrun Nasirdahrun19@icloud.comSukarto Mkartosu731@gmail.comMaulida Arumarummaulida002@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika pada materi oprasi hitung bilangan bulat dan mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar yang ditemukan dalam belajar pelajaran matematika pada materi oprasi hitung bilangan bulat dikelas IV SDN 1 Gunjan Asrid Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Jenis penelitian ini kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus, tehnik pengumpulan data menggunakan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan belajar peserta didik dalam pelajaran matematika pada materi oprasi hitung bilangan bulat diantaranya: kesulitan konsep, kesulitan keterampilan berhitung dan kesulitan memecahkan masalah, berdasarkan kesulitan yang ditemukan, adapun upaya guru dalam mengatasi kesulitan tersebut adalah dengan meningkatkan minat dan motivasi peserta didik dalam belajar pelajaran matematika, metode pembelajaan yang digunakan, membaca dan penjelasan berulang, mengasah keterampilan berhitung dan memberikan latihan soal yang bervariasi.</em></p>2026-04-15T09:38:44+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14012Implementasi Model Edutainment Dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa2026-04-17T07:49:24+07:00Junaidi Hartawan Saputrahrtwnsptr@gmail.comMuhajirin Ramzimuhajirin@gmail.comLalu Belik Made Dwipalalubelikmade@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Model edutainment bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian model edutainment dalam meningkatkan kreativitas siswa, dengan menciptakan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan. Subjek penelitiannya mencangkup siswa kelas 1-6 dan wali kelas, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/vrrifikasi. Hasil penelitian ini adalah : 1). Model edutainment yang dilaksanakan pada siswa di SDI Integrasi Muslim Madani. Pembelajaran berbasis model edutainment di SDI Integrasi Muslim Madani meliputi perencanaan, penyedian sumber daya, dan kegiatan beragam untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menciptakan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan, serta evaluasi informal oleh guru. 2). Dampak dari pembelajaran edutainment dalam meningkatkan kreativitas siswa di SDI Integrasi Muslim Madani. Model edutainment yang di implemetasikan di SDI Integrasi Muslim madani ini berdampak positif dengan meningkatkan kretaivitas, minat belajar siswa, serta interaksi guru dan siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan. 3). Faktor pendukung dan penghambat pengimplementasian model edutainment di SDI Integrasi Muslim Madani. Model pembelajaran edutainment didukung oleh kegiatan beragam dan sarana yang memadai, namun terhambat oleh jumlah dan kurangnya dukungan dari orang tua.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-15T15:09:46+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14014Penerapan Kegiatan Literasi Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Kelas III SD Al Furqon NW Bayan Tahun Pelajaran 2024/20252026-04-17T07:49:24+07:00Risnawati Risnawatiw653898@gmail.comRusman Hadirusmanhadi89@gmail.comEliyana Eliyanaeliyanaramzi92@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan literasi sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa kelas III di SD Al-Furqon NW Bayan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan eknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi berupa gambar dan file. Teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Proses kegiatan literasi dalam meningkat minat baca siswa kelas III sudah sangat baik dan sesuai dengan peraturan pemerintah seperti: dilaksanakan secara rutin tiga kali seminggu sebelum pelajaran utama dimulai. (2) Strategi yang digunkan seperti: membaca nyaring, terpandu, bersama, dan mandiri. Guru berperan aktif dalam membimbing dan menciptakan suasana membaca yang interaktif, yang terbukti mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap bacaan. (3) Faktor Pendukung dan Penghambat kegitan literasi meliputi: pendukung kegiatan ini ketersediaan pojok baca, peran guru, serta dukungan orang tua. Adapun hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan jumlah dan variasi buku, kurangnya sarana, serta belum tumbuhnya kebiasaan membaca pada sebagian siswa. Secara keseluruhan, program literasi di SD Al-Furqon NW Bayan efektif dalam membangun minat baca siswa, meskipun masih memerlukan peningkatan dalam hal fasilitas dan penguatan budaya literasi.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-15T22:11:23+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14018Analisis Penggunaan Media Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kata-Kata Sederhana Pada Anak Kelas 1 Di SD Negeri 1 Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara TA 2024/20252026-04-17T07:49:24+07:00Riska Harianiheyyyriska03@gmail.comAna Mulyonoalviasuciana@gmail.comRauhun Jannahrauhunj20@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media gambar dalam meningkatkan kemampuan membaca kata-kata sederhana pada siswa kelas I SD Negeri 1 Bayan Tahun Ajaran 2024/2025. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca awal siswa akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar seperti poster alfabet bergambar dan puzzle kata mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali huruf, mengeja, memahami makna kata, serta menghubungkannya dengan objek visual. Selain itu, media gambar juga terbukti dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan sarana dan perbedaan tingkat kemampuan siswa, media gambar dinilai efektif dalam menunjang pembelajaran membaca permulaan. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan media visual secara optimal serta dukungan fasilitas pembelajaran dari pihak sekolah.</em></p>2026-04-16T12:59:56+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14019Pengaruh Media Pembelajaran Buku Cerita Bergambar Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas III SDN 1 Bayan Tahun Ajaran 2024/20252026-04-17T07:49:24+07:00Raden Yartonoyartonoradenyartono@gmail.comH. Lalu Habiburrahmanlaluhabibbayan@gmail.comMuh. Hamdanihamdani.biologi@gamil.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media buku cerita bergambar terhadap minat belajar siswa di SDN 1 Bayan tahun ajaran 2024/2025 menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan sampel 32 siswa (total sampling). Variabel independen berupa media buku cerita bergambar, sedangkan variabel dependen adalah minat belajar siswa. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, lalu dianalisis dengan uji t-test. Hasil uji validitas (0,469 > 0,05) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha 0,797 > 0,05) menunjukkan instrumen valid dan reliabel. Uji normalitas (0,173 > 0,05) dan homogenitas (sig. 0,179 > 0,05) membuktikan data berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji t-test (sig. 0,000 < 0,05) mengonfirmasi bahwa media buku cerita bergambar berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa (H₁ diterima).</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-16T15:01:01+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14020Analisis Media Visual Pada Materi Keragaman Budaya Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas 3 SD Negeri 2 Genggelang Tahun Ajaran 2024/20252026-04-17T07:49:25+07:00Pema Wijayapemawijaya9@gmail.comJuandra Prisma Mahendrajuandraprisma.m@gmail.comSukarto SukartoSukarto@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui penggunaan media gambar pada materi keragaman budaya tehadap hasil belajar siswa III SDN 2 Genggelang, Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penggunaan media visual pada materi keragaman budaya kelas III SDN 2 Genggelang terhadap hasil belajar .Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif dan untuk teknik analisis data menggunakan teknik Milles dan Hubberman dengan 3 tahapan yaitu Kondensasi data, Penyajian data dan Penarikan Kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu 1) Penggunaan media visual dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru dalam merancang dan menyesuaikannya dengan karakter siswa serta materi pelajaran yang akan disampaikan. Guru memiliki peran utama dalam menentukan jenis media yang paling tepat agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna. 2) Pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan media visual sangat penting bagi seluruh elemen sekolah, terutama guru dan pihak manajemen sekolah. Strategi pembelajaran yang efektif tidak hanya bergantung pada tersedianya media, tetapi juga pada kesiapan guru dalam merancang, menerapkan, serta mengevaluasi penggunaannya secara menyeluruh. Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan perlu memberikan pelatihan yang berkelanjutan, alokasi waktu yang memadai, serta dukungan fasilitas yang sesuai agar penggunaan media visual dapat berjalan optimal.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-16T15:10:42+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14021Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Memebentuk Karakter Siswa Kelas IV Di SD Negeri 1 Mumbul Sari2026-04-17T07:49:25+07:00Juliadi JuliadiJuliadi12@gmail.comArzani ArzaniArzani@gmail.comRusma hadirusmanhadi89@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran guru pendidikan agama islam dalam membentuk karakter siswa kelas IV di SDN 1 Mumbul Sari, untuk mengetahui apa saja kendala-kendala yang dihadapi guru dalam membentuk karakter siswa kelas IV di SDN 1 Mumbul Sari, utuk mengetahui bagaimana dampak PAI terhadap karakter siswa kelas IV di SDN 1 Mumbul Sari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan di SD Negeri 1 Mumbul Sari. Sumber data didapat dari informan yaitu kepala sekolah, guru PAI, siswa kelas IV SDN 1Mumbul Sari. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru PAI telah berperan efektif dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa melalui pendidikan agama di SD Negeri 1 Mumbul Sari. Guru PAI berperan membentuk kesadaran iman dan takwa siswa, memotivasi belajar, serta menjadi fasilitator dan pengelola pembelajaran profesional. Mereka membentuk karakter siswa seperti sopan santun, jujur, tanggung jawab, disiplin, dan peduli. Namun, masih ada faktor penghambat, baik internal (naluri, kebiasaan, keturunan) maupun eksternal (teknologi, sarana sekolah, lingkungan, keluarga) yang memengaruhi proses pembinaan karakter siswa.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-16T15:20:04+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14022Peran Guru Dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Contextual Teching Learning (CTL) Dalam Membentuk Motivasi Siswa Kelas V Di Sekolah Dasar Negeri 2 Sesait2026-04-17T07:49:25+07:00Ilham Yahyayahyailham694@gmail.comM. Taupikmtaufik@Gmail.comLalu Habiburrahmanlaluhabibu@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian yang berjudul peran guru dalam mengimplementasikan pembelajaran Contexstual Teaching Learning (CTL) dalam membentuk motivasi siswa di kelas V SDN 2 Sesait Tahun Ajaran 2025/2026, peneliti meneliti penelitian ini atas dasar bahwa (1) ingin mengetahui bagaimana proses penerapan pembelajaran Contextual Teching Learning (CTL), selain atas dasar di atas peneliti juga ingin mengetahui (2) apa saja faktor yang bisa mempengaruhi kualitas belajar siswa pada penerapan Contextual Teching Learning (CTL) yang di lakukan di SDN 2 Sesait. Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Sesait. Jenis Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah jenis pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pada penelitian ini peneliti mengumpulkan data menggunakan tekhnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini di dapatkan di Kepala Sekolah, Guru dan Siswa SDN 2 Sesait. Dan tekhnik analisis data yang peneliti gunakan adalah pengumpulan data, reduksi data dan penyajian pada penarikan kesimpulam. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah (1) penerapan pembelajaran Contextual Teching Learning (CTL) dilakukan untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa kelas 5 SDN 2 Sesait. (2) hasil penerapan pembelajaran Contextual Teching Learning (CTL) yang ke dua berfokus pada membentuk motivasi belajar siswa kelas 5 SDN 2 Sesait yaitu (a) ketidak fokusan siswa dalam belajar (b) kehadiran siswa didalam kelas ketika pelaksanaan penerapan pembelajaran Contextual Teching Learning (CTL). Faktor pendukungnya yaitu (a) ketekunan siswa dalam menerapkan pembelajaran Contextual Teching Learning (CTL) dikehudupan sehari hari (b) materi yang disampaikan melalui pembelajaran Contextual Teching Learning (CTL) dapat tersampikan dengan baik karena dibarengi dengan praktik langsung di ruang lingkup sekolah.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-16T15:27:35+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14023Pengaruh Buku Cerita Bergambar Terhadap Kemampuan Membaca Siswa Kelas V SDN I Sukadana Tahun Pelajaran 2024/20252026-04-17T07:49:25+07:00Hairul Rizka SapriadiHairulsapriadi@gmail.comMaulida Arum Fitrianaarummaulida002@gmail.comMuhammad Muhajirinmuhammadmuhajirin65@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui Pengaruh Buku Cerita Bergambar terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SDN I Sukadana Tahun Pelajaran 2024/2025. Pada jenis penelitian kuantitatif, pendekatan pretest menggunakan one grup pre test and post test design. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel independen dan variabel devenden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Buku Cerita Bergambar, sedangkan Variabel terikat penelitian ini adalah Kemampuan Membaca Pemahaman. Besar sampelya adalah 20 siswa</em><em>. </em><em>Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu pre test pos test, pre test untuk melihat Kemampuan awal siswa,sedangkan post test digunakan untuk melihat sejauhmana perkembangan siswa setelah melakukan rreatmenr, dengan analisa uji t, hasil menunjukkan bahwa penerapan Buku Cerita Bergambar terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa memiliki pengaruh yang signifikan</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-16T15:34:15+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14024Analisis Kesulitan Belajar Siswa Pada Pelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri 2 Gondang Tahun Ajaran 2024/20252026-04-17T07:49:25+07:00Dende Sawlia Vrysastidendalya@gmail.comM. TaufikMuhmmadtaufik33@gmail.comAna Mulyonoaliviasuciana20@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Analisis Kesulitan Belajar Siswa Pada Pelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri 2 Gondang. Penelitian ini bertujuan untuk </em><em>mengetahui jenis kesulitan siswa dan faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika kelas IV SD Negeri 2 Gondang. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Gondang yang bertempat di Dusun Lekok, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Dan hasil daro observasi menemukan jumlah sebagian siswa sebanyak 5 orang dengan jenis kelamin 2 perempuan dan 3 laki-laki. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa pada kelas IV sekolah dasar di SD Negeri 2 Gondang ini mengalami kesulitan belajar pada pelajaran matematika </em><em>Dari hasil test, wawancara siswa dan guru menunjukan bahwa siswa tersebut mengalami jenis kesulitan belajar matematika pada bagian 1) Kesulitan dalam memahami konsep, 2) Kesulitan dalam mengoperasikan bilangan, 3) Kesulitan dalam mengenal symbol-simbol matematika, 4) Kesulitan dalam mengingat rumus, 5) Kesulitan dalam mengerjakan soal, 6) Kesulitan dalam berhitung. </em><em>Dan selain itu faktor yang menyebabkannya ada </em><em>dua faktor yang menyebabkan kesulitan belajar pada Pelajaran matematika di sekolah SD Negeri 2 Gondang terutama pada kelas IV yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dalam peneliti ini ada kurangnya minat, lambat dalam menangkap yang menyebabkan kurang memahami, dan kurangnya motivasi belajar. Dan faktor eksternal seperti fasilitas kurang memadai dan kurangnya berlatih Latihan soal. </em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-16T15:41:55+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12889KKN Tematik Literasi & Edukasi Sampah Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat Desa Teluk Palinget2026-04-17T07:49:25+07:00Adit Setiawandesatelukpalingetkkn@gmail.comBrema Ardianta Perangin-Angindesatelukpalingetkkn@gmail.comElisabeth Sinagadesatelukpalingetkkn@gmail.comYuni Hartinah Rahmawatidesatelukpalingetkkn@gmail.comHelvino Diaz Fabiodesatelukpalingetkkn@gmail.comHariatul Mar'idesatelukpalingetkkn@gmail.comPutri Emeliadesatelukpalingetkkn@gmail.comAditya Nur Hidayatdesatelukpalingetkkn@gmail.comDhea Noptiya Yustidesatelukpalingetkkn@gmail.comNella Dame Pista Br Barusdesatelukpalingetkkn@gmail.comPutri Ayu Wulandaridesatelukpalingetkkn@gmail.comEmelda Watiedesatelukpalingetkkn@gmail.comKevin Carlosdesatelukpalingetkkn@gmail.comYohanes Joni Pambelumdesatelukpalingetkkn@gmail.com<p>Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Artikel ini membahas pelaksanaan KKN Tematik Literasi dan Edukasi Sampah di Desa Teluk Palinget, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, dengan pendekatan service learning yang menekankan keterkaitan antara pengalaman belajar mahasiswa dan pelayanan nyata kepada masyarakat. Program difokuskan pada peningkatan literasi anak, edukasi lingkungan, pencegahan stunting, sosialisasi bahaya narkoba dan pergaulan bebas, pengembangan UMKM berbasis anyaman purun, serta pengelolaan sampah melalui media edukatif. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, perumusan program, perencanaan tindakan, implementasi, refleksi-evaluasi, hingga penyusunan strategi keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan beberapa capaian signifikan: (1) meningkatnya kunjungan perpustakaan desa setelah adanya distribusi buku dan alat tulis dari Perpustakaan Nasional; (2) tumbuhnya minat dan bakat literasi anak melalui kegiatan mengulas buku, membaca nyaring, serta menulis cerita; (3) meningkatnya pemahaman masyarakat terkait kesehatan melalui sosialisasi stunting serta bahaya narkoba dan pergaulan bebas; (4) berkembangnya strategi pemasaran digital untuk kerajinan purun sebagai produk unggulan lokal; dan (5) meningkatnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui pemasangan plang edukasi dan larangan membuang sampah sembarangan. Secara keseluruhan, program KKN Tematik di Desa Teluk Palinget tidak hanya memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi dan kesadaran lingkungan masyarakat, tetapi juga memberdayakan potensi lokal desa. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan service learning mampu menghadirkan solusi yang lebih fokus, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.</p>2026-04-16T15:45:12+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14025Strategi Guru Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Kelas 1A SD Negeri 1 Sukadana Tahun Pelajaran 2024/20252026-04-17T07:49:26+07:00Sapmanep Sapmanepsapmanep61@gmail.comMuhajirin Ramzielianaramzi@gmail.comFitriani Rahayufi3ani.rhy@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Tujuan pelaksanan penelitian ini adalah, (1) Untuk mengetahui bagaimana mengimplementasikan strategi Guru dalam mengembangkan keterampilan membaca siswa kelas 1A SD Negeri 1 Sukadana. 2. Untuk mengetahui bagaimana kesulitan siswa dalam keterampilan membaca siswa kelas 1A SD Negeri 1 Sukadana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif Penelitian deskriptif, Sehingga bertujuan untuk menggambaran secara objektif keadaan ditempat penelitian dan menggunakan kata-kata dan kalimat, teknik analiis data dengan menggunakan teknik Milles Hubermen dengan menggunakan 3 tahapan 1) kondensai data 2) tampilan data 3) penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu </em><em>Strategi</em><em> guru dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas 1A di SD Negri 1 sukadana. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokunentasi, tentang siwa yang belum bisa membaca dengan baik sehingga menjadi suatu peristiwa dapat mempengaruhi siswa dalam belajar mengajar. Dalam kondisi siswa seperti ini maka guru akan memberikan upaya-upaya yang dapat meningkatkan keterampilan membaca pada siswa. Guru melakukan membimbing siswa secara klasikal dalam arti siswa dikelompokan agar siswa bisa saling bersosialisasi sesama teman kelompoknya dan berdiskusi, sehingga minat siswa dalam belajar lebih meningkat. Selanjutnya yang dilakukan oleh guru, siswa yang memiliki kemampuan membaca rendah akan di bimbing secara individu tujuanya agar siswa lebih fokus terhadap apa yang di baca. Strategi guru dalam proses membaca pada sisa kelas 1A 1) Perencanaan 2) pelaksanaan 3) evaluasi. </em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-16T15:52:27+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14026Peran Guru Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Menggunakan Media Gambar Di Kelas V SDN 1 Gondang2026-04-17T07:49:26+07:00Saherul Farozisaherulfrzi@gmail.comM. Taufikmtaufik@Gmail.comLalu Habiburrahmanlaluhabibu@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan minat baca siswa melalui media gambar pada siswa kelas V SDN 1 Gondang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya minat baca siswa sekolah dasar sehingga diperlukan strategi pembelajaran inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas, kepala sekolah, dan siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perencana, fasilitator, dan motivator dengan memanfaatkan media gambar untuk mempermudah pemahaman, menarik perhatian siswa, serta menumbuhkan rasa ingin tahu. Media gambar digunakan pada perencanaan RPP, diskusi kelas, hingga tugas kreatif siswa. Implementasi media gambar meningkatkan motivasi, pemahaman bacaan, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca. Penelitian ini menegaskan pentingnya kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis visual.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-16T15:57:45+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14027Analisis Kompetensi Guru Kelas 1 SDN 5 Pemenang Barat Tahun Ajaran 2024/20252026-04-17T07:49:26+07:00Raden Hendriadiradenhendriadi@gmail.comMuhammad Muhajirinmuhammadmuhajirin65@gmail.comNunung Mardiantinunungmardianti28@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan kompetensi pedagogik guru kelas 1 SDN 5 Pemenang Barat dan usaha yang dilakukan dalam mengembangkan kompetensi pedagogiknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengumpulkan data tentang kompetensi pedagogik guru dan usahanya dalam mengembangkan kompetensi pedagogiknya yang tidak luput juga dari peran kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas 1 SDN 5 Pemenang Barat menunjukkan kompetensi pedagogik yang baik dalam memahami peserta didik, merancang pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, dan melakukan evaluasi hasil belajar. Guru ini juga menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan kompetensi pedagogiknya melalui pelatihan dan interaksi dengan guru lain, serta dukungan kepala sekolah. Dengan demikian, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan efektivitas pembelajaran, memenuhi kebutuhan siswa yang beragam, dan pada akhirnya berdampak positif pada hasil belajar siswa dan kualitas pendidikan.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-16T16:04:15+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14028Analisis Kegiatan Membaca Nyaring Terhadap Ekspresi Diri Siswa Kelas 3 SDN 1 Medana Tahun Ajaran 2024/20252026-04-17T07:49:26+07:00Ananda Putriputriananda13620@gmail.comMuhammad Muhajirinmuhammadmuhajirin65@gmail.comMuhammad Hamdanihamdani.biologi@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini menganalisis pengaruh kegiatan membaca nyaring (read aloud) terhadap pengembangan ekspresi diri siswa kelas 3 SDN 1 Medana. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Medana yang bertempat di dusun karang anyar, desa medana kecamatan tanjung kabupaten Lombok utara. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi waktu, dan triangulasi teknik. Penelitian ini berfokus pada pengamatan terhadap ekspresi diri yang meliputi (1)kepercayaan diri, (2) kemampuan komunikasi, dan (3) penggunaan intonasi siswa saat membaca nyaring. </em><em>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kegiatan dampak membaca nyaring terhadap ekspresi diri siswa belum optimal. Karena dari 24 siswa kelas 3 SDN 1 Medana hanya 2 siswa yang memenuhi indikator capaian ekspresi diri seperti kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan penggunaan intonasi.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-16T16:11:55+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14029Penerapan Metode (Struktural Analitik Sintetik) Sas Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemula Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas 1 SDN 4 Selengen Tahun Pelajaran 2024/20252026-04-17T07:49:26+07:00Sukur Sukursukursukur170303@gmail.comMaulida Arum Fitrianamaulidaarum@gmail.comFitriani RahayuFitriani@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Kemampuan membaca awal adalah salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dikembangkan oleh setiap siswa. Penguasaan yang baik dalam membaca awal dapat mendukung peningkatan pemahaman siswa terhadap isi bacaan. </em><em>Berdasarkan hasil observasi awal di kelas I SDN 4 Selengen, peneliti menemukan sejumlah permasalahan, salah satunya adalah rendahnya kemampuan membaca siswa.</em> <em>Siswa pada jenjang kelas awal memiliki tingkat konsentrasi yang rendah, sehingga dibutuhkan penggunaan alat dan media pendukung untuk meningkatkan minat serta mempermudah pemahaman dalam proses pembelaja</em><em>ran. </em><em>Ketika membahas metode mengajar, hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan dalam proses pembelajaran.</em> <em>Metode SAS adalah salah satu pendekatan dalam pembelajaran membaca permulaan yang dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni: tahap struktur yang menyajikan kalimat secara utuh, tahap analitik yang menguraikan bagian-bagian dari kalimat tersebut, dan tahap sintetik yang menyusun kembali bagian-bagian itu menjadi bentuk kalimat semula.</em> <em>Tujuan penelitian merupakan gambaran-gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah : Untuk mendedikasikan bagaimana metode (Struktural Analitik Sintetik) SAS dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 DN 4 Selengen.</em> <em>Berdasarkan hasil observasi awal di kelas I SDN 4 Selengen, peneliti menemukan sejumlah permasalahan, salah satunya adalah rendahnya kemampuan membaca siswa. Secara umum, masih banyak siswa yang belum lancar dalam membaca, sehingga nilai hasil belajar mereka belum mencapai standar ketuntasan minimal.</em> <em>Berdasarkan data hasil membaca siswa yang telah dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 20% siswa termasuk dalam kategori Tuntas, 20% berada pada kategori Tuntas, 50% tergolong Tidak Tuntas, dan 10% masuk dalam kategori tidak tuntas, ini berdasarkan dari kemampuan membaca jumlah huruf yang mampu dibaca oleh siswa.</em> <em>Berdasarkan data hasil membaca siswa yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 60% siswa berada pada kategori Tuntas, 30% berada dalam kategori tuntas, sehingga total ketuntasan siswa dalam membeca permulaan yaiyi 90%. sedangkan 10% termasuk kategori tidak tuntas, ini berdasarkan penilayan dari penungkatan kemampuan membaca siswa pada siklus II.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-16T16:17:56+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14030Analisis Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Pada Mata Pelajaran Matematika Pada Siswa Kelas 1 Di SDN 2 Pansor2026-04-17T07:49:26+07:00Sami’atun Hasanahsamiatunhasanah003@gmail.comMarzoan MarzoanMarzoan@gmail.comFitriani RahayuFitriani@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Analisis Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual pada Mata Pelajaran Matematika pada Siswa Kelas 1 di SDN 2 Pansor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana guru menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran matematika, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menjelaskan upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas 1, kepala sekolah, dan siswa kelas 1 SDN 2 Pansor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual diterapkan melalui ilustrasi uang saku, benda di lingkungan sekitar, serta penggunaan media konkret. Kendala yang dihadapi guru antara lain keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, dan keterbatasan media pembelajaran. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru menyesuaikan materi dan waktu pembelajaran, memberikan penjelasan tambahan dengan bahasa yang sederpemanfaatanhana, serta membuat media pembelajaran secara mandiri. Dengan demikian, penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat membantu siswa memahami materi matematika secara lebih konkret, menyenangkan, dan bermakna, sesuai dengan tahap perkembangan siswa kelas awal</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-16T16:23:14+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14034Di Balik Topeng Penderitaan: Telaah Etis Teologis Atas Dramaturgi Pura-Pura Miskin2026-04-21T12:36:55+07:00Andi Saputraandydcc04@gmail.comYohanes StefanusStefanus@gmail.comArwani ZebuaZebua@gmail.com<p><em>This study examines the phenomenon of “pretending to be poor” through an ethical-theological approach using dramaturgical theory from Erving Goffman. The focus lies on identity distortion, violations of honesty and love, and their implications for social justice and church diaconal practices. This research employs a qualitative library method with descriptive-interpretative and hermeneutical analysis. The findings reveal that this phenomenon reflects a rupture in human relationships with God, others, and self, and calls for the renewal of Christian ethics and diakonia grounded in integrity, verification, and holistic empowerment.</em></p>2026-04-21T12:36:55+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13793Duri Dalam Daging Sebagai Sumber Resiliensi: Kajian Teologis 2 Korintus 12:1–10 bagi Gereja dan Pendidikan Agama Kristen2026-04-21T18:58:33+07:00Devrialdo Daniel PaatDevrialdoPaat@iaknkupang.ac.idAndrea Elfata Ratulangiandrearatulangi@gmail.com<p><em>This study explores the concept of the thorn in the flesh in 2 Corinthians 12:1–10 as the foundation for developing a theology of resilience, an understanding of faith that views human weakness as the very space where God’s grace operates. The research applies a qualitative library-based approach using textual analysis through Gordon Fee and Douglas Stuart’s historical-critical hermeneutic method. It integrates Edith Grotberg’s resilience framework (I Am, I Have, I Can) with Paul’s Christology of weakness, forming a theological model that interprets suffering not as the absence of God, but as a process of spiritual formation. The findings reveal that human frailty becomes an instrument through which divine power strengthens faith and nurtures spiritual endurance. Practically, this theology of resilience provides valuable insights for pastoral ministry, Christian religious education, and the development of the church as a resilient and compassionate community capable of accompanying believers through global crises.</em></p>2026-04-21T18:51:55+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14037Reaktualisasi Amanat Agung dalam Era Digital: Strategi Pertumbuhan Gereja di Tengah Disrupsi Teknologi2026-04-22T06:00:53+07:00A. Srihadi Bambang Sembodoasrihadibambang@gmail.comHendrik TimadiusTimadius@gmail.comRemegises Danial Y.PDanial@gmail.com<p><em>This study addresses the gap between the theological understanding of the Great Commission and its practical implementation in church ministry within the digital era. At the same time, technological disruption has introduced significant challenges, including the weakening of faith communities and the fragmentation of teaching authority, thereby underscoring the urgency of reactualizing the Great Commission as a holistic and contextual strategy for church growth. The aim of this study is to explore how the church can integrate theological reflection on the Great Commission with ministry practices in the digital sphere, as well as to formulate contextual ministry strategies that support sustainable church growth. This research employs a literature review methodology. The findings reveal that church growth in the era of technological disruption can be effectively realized through the transformation of digital ministry that is coherently grounded in the theological principles of the Great Commission.</em></p>2026-04-22T06:00:53+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14041Perencanaan Pembentukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Di PKBM Sharon Desa Walantakan Kec. Langowan Kab. Minahasa2026-04-23T15:59:38+07:00Virgilio Frisinsky Rarunrarunfrinsky@gmail.comHarol Reflie Lumapowharolreflie@gmail.comAsna Heti Bolangitanasnaheti@gmail.com<p><em>Penelitian ini mengeksplorasi proses perencanaan pendirian PKBM Sharon Minahasa di Desa Walantakan, dengan fokus pada kebutuhan masyarakat, tantangan yang dihadapi, pengorganisasian sumber daya, evaluasi program, serta keberlanjutan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan Kepala PKBM, tutor, dan anggota masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendirian PKBM didorong oleh visi untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan nonformal, dengan penekanan pada pelatihan keterampilan, literasi dasar, dan literasi digital. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pendanaan, kurangnya sumber daya manusia yang terampil, serta rendahnya keterlibatan masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PKBM memanfaatkan sumber daya lokal, membangun kemitraan, serta menerapkan pendekatan partisipatif. Meskipun evaluasi program menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pada peserta, masih diperlukan dukungan pasca-pelatihan yang lebih baik agar dampaknya dapat berkelanjutan. Rencana jangka panjang meliputi pengembangan pelatihan berbasis teknologi, perluasan kemitraan, serta peningkatan keterlibatan peserta. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi yang berbasis pada kebutuhan lokal dan kolaboratif dalam pendidikan nonformal, serta memberikan wawasan dalam mengatasi tantangan keberlanjutan program.</em></p>2026-04-23T15:59:38+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14042Peran Keluarga Broken Home Dalam Mendidik Remaja Di Desa Babo, Kab. Bolaang Mogondow2026-04-23T16:09:41+07:00Faradina Lausofaradinadaudlauso25@gmail.comMozes Markus Wullurmozesmarkus@gmail.comAsna Heti Bolangitanasnaheti@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga </em><strong><em>broken home</em></strong><em> dalam mendidik remaja di Desa Babo, Kabupaten Bolaang Mongondow. Dengan menggunakan pendekatan </em><strong><em>deskriptif kualitatif</em></strong><em>, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan remaja, orang tua, serta fasilitator pendidikan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan emosional dan ekonomi, keluarga serta masyarakat sekitar berupaya membekali remaja dengan keterampilan praktis seperti teknologi, musik, dan menjahit, sekaligus memberikan dukungan emosional yang menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian. Faktor pendukung utama meliputi motivasi internal remaja, dukungan sosial dari keluarga besar dan teman sebaya, serta dedikasi para pendidik informal. Sebaliknya, hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas, kurangnya waktu orang tua, serta stigma sosial terhadap remaja dari keluarga broken home. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan informal dan dukungan masyarakat sangat penting dalam membangun ketahanan diri serta mempersiapkan remaja dari keluarga broken home untuk menghadapi tantangan di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk memperkuat infrastruktur serta menghilangkan stigma guna mengoptimalkan perkembangan remaja.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-23T16:09:41+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14043Pelatihan Keterampilan Menjahit Ibu-Ibu PKK Di SKB Kakas2026-04-23T16:21:09+07:00Yuniati Kalimatikalima09@gmail.comHarol Reflie Lumapowharolreflie@gmail.comAsna Heti Bolangitanasnaheti@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan keterampilan menjahit bagi ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kakas serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang terlibat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari lima peserta pelatihan, satu instruktur, dan kepala SKB Kakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan menjahit dilaksanakan dengan perencanaan yang baik, didukung oleh fasilitas yang cukup memadai, serta menerapkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta. Faktor pendukung meliputi motivasi peserta yang tinggi, dukungan keluarga, serta keterlibatan aktif instruktur selama proses pelatihan berlangsung. Adapun faktor penghambat utama adalah terbatasnya jumlah mesin jahit dan durasi pelatihan yang relatif singkat, sehingga waktu praktik peserta menjadi terbatas. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar penyelenggara pelatihan menambah jumlah mesin jahit serta menyediakan jadwal pelatihan yang lebih fleksibel guna meningkatkan efektivitas pelatihan dan mengembangkan keterampilan peserta secara lebih optimal.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-23T16:21:09+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14044Pelatihan Keterampilan Menjahit Ibu-Ibu PKK Di SKB Kakas Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah Melalui Pelatihan Keterampilan Bercocok Tanam Jagung Produktif Di SKB Kecamatan Lolak2026-04-23T16:31:03+07:00Sriyani Lasabanglasabangfany@gmail.comMozes Markus Wullurmozesmarkus@gmail.comAsna Heti Bolangitanasnaheti@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi, dampak, serta faktor pendukung dan penghambat dari pelatihan keterampilan bertani jagung di SKB Kecamatan Lolak. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima peserta, satu guru pendamping, dan satu kepala SKB. Pelatihan dilaksanakan dengan kombinasi teori dan praktik, yang mencakup materi tentang pemilihan bibit unggul, pembuatan pupuk organik, serta teknik penyiraman yang efisien. Pelatihan ini dinilai bermanfaat dalam meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi peserta, khususnya remaja putus sekolah, untuk menjadi wirausaha di sektor pertanian. Faktor pendukung meliputi komitmen penyelenggara dan antusiasme peserta, sedangkan keterbatasan waktu praktik dan fasilitas menjadi hambatan utama. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan keterampilan serta pemberdayaan ekonomi peserta. Disarankan agar durasi praktik ditambah, fasilitas dilengkapi, serta adanya dukungan pemerintah untuk pengembangan program serupa.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-23T16:31:03+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14045Pola Asuh Panti Asuhan Dorkas Tondano Dalam Pembentukaan Karakter Anak Asuh2026-04-23T16:39:28+07:00Triani Lusiyanilusiyanitrianio@gmail.comRonny G. Dumanowronnygdumanow@gmail.comHary Dwi Estafiantoharydwi@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Pendidikan karakter bagi anak asuh di panti asuhan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan pola pengasuhan yang diterapkan dalam pembentukan karakter di Panti Asuhan Dorkas, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala panti, pengasuh, serta anak-anak asuh sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan yang diterapkan merupakan kombinasi antara rutinitas harian yang terstruktur dengan pendekatan pengasuhan yang penuh kasih sayang, menggunakan gaya pengasuhan situasional yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan anak. Faktor pendukung utama meliputi pemenuhan kebutuhan pendidikan, dukungan emosional, serta pemenuhan kebutuhan sosial anak. Sementara itu, faktor penghambat terdiri dari beragamnya karakter anak, hambatan komunikasi, serta sikap sebagian anak yang kurang memperhatikan arahan. Strategi yang dilakukan pengasuh untuk mengatasi hambatan tersebut meliputi konseling secara personal, evaluasi rutin, serta penerapan komunikasi dua arah yang efektif. Temuan ini menekankan pentingnya pengasuhan yang holistik dan responsif dalam mengembangkan karakter anak asuh yang kuat dan berintegritas.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-23T16:39:28+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14047Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tondano2026-04-23T16:55:13+07:00Cicilya Lahopelahopecicilya@gmail.comAsna Heti Bolangitanasnaheti@gmail.comHary Dwi Estafiantoharydwi@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di SKB Tondano dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru pembimbing, orang tua, dan Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program PAUD di SKB Tondano didasarkan pada kebutuhan lokal dengan keterlibatan aktif masyarakat. Pelaksanaan program menerapkan pendekatan holistik, yang mencakup pembelajaran melalui bermain serta pengembangan keterampilan motorik, kognitif, dan emosional anak. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Faktor pendukung keberhasilan program antara lain dukungan pemerintah dan fasilitas yang memadai, sedangkan hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan pendanaan serta kurangnya pemahaman orang tua. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pendanaan, perbaikan fasilitas, serta penguatan kerja sama dengan lembaga eksternal untuk menjamin keberlanjutan program PAUD.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-23T16:55:13+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14048Peran Pamong Belajar Dalam Menyelenggarakan Pembelajaran Kreatif Pada Program Paket C Di SPNF SKB Tondano2026-04-23T17:11:58+07:00Lewinsny Sharon Mintjelewinsnysharon2004@gmail.comRonny G. Dumanowronnygdumanow@gmail.comAsna Heti Bolangitanasnaheti@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan pembelajaran kreatif dalam Program Paket C di SPNF SKB Tondano serta dampaknya terhadap peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Subjek penelitian terdiri dari Kepala SKB, tutor (pamong), dan peserta didik Program Paket C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pamong sebagai fasilitator sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menarik. Metode pembelajaran kreatif yang diterapkan, seperti diskusi kelompok, permainan edukatif, dan simulasi, mampu meningkatkan motivasi serta partisipasi aktif peserta didik. Namun, masih terdapat beberapa tantangan, antara lain keterbatasan anggaran dan terbatasnya waktu yang dimiliki oleh peserta didik. Penelitian ini menemukan adanya dampak positif yang signifikan terhadap pemahaman materi, kepercayaan diri, serta keterampilan sosial peserta didik. Kesimpulannya, pembelajaran kreatif dapat meningkatkan kualitas pendidikan dalam Program Paket C, meskipun hambatan yang ada perlu diatasi agar hasil yang dicapai dapat lebih optimal.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-23T17:11:58+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14049Motivasi Berprestasi Mahasiswa Menyelesaikan Studi Pada Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Dan Psikologi Universitas Negeri Manado2026-04-23T17:20:14+07:00Prity S. Mamontopritymamonto@gmail.comAsna Heti Bolangitanasnaheti@gmail.comHary Dwi Estafiantoharydwi@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berprestasi mahasiswa Pendidikan Nonformal di Universitas Negeri Manado (UNIMA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi tujuan pribadi, disiplin diri, dan ketekunan, sedangkan faktor eksternal terdiri dari dorongan keluarga, dukungan teman sebaya dan dosen, lingkungan akademik, serta peluang karier di masa depan. Meskipun terdapat berbagai faktor pendorong motivasi tersebut, beberapa hambatan seperti stres akademik, kurangnya rasa percaya diri, serta ketidakpastian mengenai pekerjaan di masa depan dapat menurunkan semangat belajar mahasiswa. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penting untuk memperkuat keterampilan manajemen waktu mahasiswa, meningkatkan kemampuan pengaturan diri (self-regulation), serta memberikan dukungan akademik dan emosional yang konsisten dari pendidik dan keluarga. Penguatan aspek-aspek tersebut dapat membantu mahasiswa Pendidikan Nonformal mempertahankan motivasi belajar, meningkatkan hasil belajar, serta mencapai keberhasilan akademik dan karier.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-23T17:20:14+07:00##submission.copyrightStatement##