Keanekaragaman Makrozoobentos Sebagai Indikator Kualitas Air di Hutan Mangrove Pantai Kuri Caddi di Kabupaten Maros
Abstract
Kuri Caddi Beach is located in Kuri Caddi Hamlet, Nisombalia Village, Marusu District, Maros Regency, South Sulawesi Province. Kuri Caddi Beach has potential natural resources consisting of 23 types of mangroves. Macrozoobenthos are invertebrate animals that live on the bottom of the water. The purpose of this study was to determine the diversity of macrozoobenthos in the mangrove forest and the condition of the waters in the mangrove forest of the Kuri Caddi coast, Maros Regency. This research is a type of quantitative descriptive research using a survey method which was carried out from February to March 2021. This research was carried out by taking macrozoobenthos samples and air samples from three observations found in the mangrove forest of the Kuri Caddi coast. The results showed that the diversity index value ranged from 1.4001 to 1.9554 which was classified as moderate, the uniformity index ranged from 0.8854 to 0.9597 which was classified as high, the dominance index value ranged from 0.1397 to 0.2300 which was classified as low and There are 3 classes of macrozoobenthos in the coastal mangrove forest of Kuri Caddi, namely Gastropods, Bivalves, Crustaceans with a total of 9 species, namely Chicoreus Capucinus, Terebralia Sulcata, Nerita Undata, Nerita Signata, Pirenella Incisia, Ceratodesma Edule,Periglypta Puerpera, Uca Sp. and Ilyoplaks Sp.
References
Alimuddin, K. 2016. Keanekaragaman Makrozoobentos Epifauna pada Perairan Pulau Lae-lae Makassar. Skripsi. UIN Alauiddin Makassar.
Ayu, Windha, Fuji. 2009. Keterkaitan Makrozoobenthos dengan Kualitas Air dan Substrat di Situ Rawa Besar Depok. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.
Choiruddin, I. R., Supardjo, M. N., dan Muskananfola, M. R. 2014. Studi Hubungan Kandungan Bahan Organik Sedimen Dengan Kelimpahan Makrozoobenthos di Muara Sungai Wedung Kabupaten Demak. Jurnal Management of Aquatic Resource No.3 Tahun 2014. Hal 168-176.
Edward, Taringan, Z. 2003. Pemantauan Kondisi Hidrologi diperairan Raha P. Muna, Sulawesi Tenggara dalam Kaitannya dengan Kondisi Terumbu Karang. Makara, Sains, Vol. 3(2): 73-82.
Environmental Protection Agency (EPA). 2002. Water Quality Criteria. Mid-Atlantic Integrated Assessment (MAIA) estuaries. Ecological Research Series Washington: 595 pp.sinanbel
Fachrul, M.F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: Bumi Aksara.
Faris, A. S. 2018. Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Kawasan Ekosistem Pesisir Pulau Sepanjang Kabupaten Sumenep. Skripsi. Fakultas Pertanian UTM. Bangkalan.
Hurul, A. U. et al. 2020. The Miracle of Mangrove, Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat Kuri Caddi terhadap Keberadaan Mangrove. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol 6(1):2428.
Izzah, N. A., dan Roziaty, E. 2016. Keanekaragaman Makrozoobentos di Pesisir Pantai Desa Panggung Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. Jurnal Bioeksperimen. ISSN 2460-1365.
Kristiani, M. E. 2019. Keanekaragaman Gastropoda sebagai Bioindikator Perncemaran Air di Ekowisata Hutan Mangrove Jembatan Api-api Kulon Progo. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi. Universitas Sanata Dharma.
Mariska, I.2007. Penentuan Pola Sebaran Makrozoobentos Berdasarkan Kedalaman Di Perairan Teluk Labuange, Kabupaten Barru. Skripsi. Ilmu Kelautan. FIKP-Unhas. Makassar.
Maula, Lia, Hikmatul. 2018. Keanekaragaman Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Air Sungai Cokro Malang. Skripsi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Mustofa, A. 2015. Kandungan Nitrat dan Pospat Sebagai Faktor Tingkat Kesuburan Perairan Pantai. Jurnal Disprotek. 6(1), 13–19.
Nangin, S.R. 2015. Makrozoobentos Sebagai Indikator Biologis dalam Menentukan Kualita s Air Sungai Suhuyon Sulawesi Utara. Jurnal Mipa Unsrat Online, 4(2). 165-168.
Sinambela, M., & Sipayung, M. 2015. Makrozoobentos Dengan Parameter Fisika dan Kimia di Perairan Sungai Babura Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Biosains. 1(2), 44-50.
Prasetia, R. R. 2017. Keanekaragaman Makrozoobentos sebagai Indikator Kualitas Perairan Kampung Baru Kecamatan Tanjungpinang Barat Kota Tanjung Pinang. Skripsi. Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Pratiwi, I. 2017. Karakteristik Parameter Fisika Kimia pada Berbagai Aktivitas Antropogenik Hubungannya Dengan Makrozoobentos di Perairan Pantai Kota Makassar. Skripsi. Program Studi Ilmu Kelautan. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Pescod. 1973. Quality of Water table. New York.
Ramadini, I. 2019. Keanekaragaman Makrozoobentos Sebagai Indikator Kualitas Air di Sungai Way Kedaian Bandar Lampung. Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Safruddin., Adriman dan Fajri N. E. 2015. Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Perairan Sungai Melibur Desa Mayang Sari Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.
Saparinto, C. 2012. Pendayagunaan Ekosistem Mangrove. PT. Dahara Prize. Semarang.
Supangat, A dan Susanna. 2003. Pengantar Oseanografi Departemen Kelautan dan Perikanan: Jakarta.
Syamsurisal. 2011. Studi Beberapa Indeks Komunitas Makrozoobenthos di Hutan Mangrove Kelurahan Coppo Kabupaten Barru. Skripsi. MSP. FIKP. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Wardoyo, S.T.H. 1982. Water Analysis Manual Tropical Aquatic Biology Program. Biotrop, SEAMEO. Bogor.
Zahidin, M. 2008. Kajian Kualitas Air di Muara Sungai Pekalongan Ditinjau dari Indeks Keanekaragaman Makrobenthos dan Indeks Saprobitas Plankton. Universitas Diponegoro. Semarang.


