Perlindungan Hukum Atas Status Kepemilikan dan Penguasaan Tanah Timbul di Desa Muarabaru Kabupaten Karawang
Abstract
This research was conducted by looking at the phenomenon that occurred in Muarabaru Village, Cilamaya Wetan District, Karawang Regency where illegal land management occurred by the local community. This study uses a qualitative method with an empirical juridical approach by observing phenomena that occur in the field. The issues raised are how the legal concept of land ownership and control arises in Muarabaru Village, Karawang Regency and how legal protection for land ownership and control status arises in Muarabaru Village, Karawang Regency. This research resulted in findings in the form of raised land which is land that occurs as a result of erosion processes on the coast and management must be carried out by the state or government, even the government has the right to take back illegal management by the community, deviations occurred in Muarabaru Village where the previous village head had issued A village letter that grants land management permits to the community arises and this clearly violates the law.
References
A.P. 1992. “Parlindungan, Menjawab Masalah Pertanahan Secara Tepat Dan Tuntas.” Mandar Maju, Bandung, 67.
Arisaputra, Muhammad Ilham. 2015. “Penguasaan Tanah Pantai Dan Wilayah Pesisir Di Indonesia.” Perspektif Hukum, 27–44.
Asep Nursobah. 2022. “Glosarium Hukum.” In Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Evanda, Sevilla Nouval. 2021. “Apa Itu Banjir Rob: Arti, Penyebab, Ciri-Ciri, Dan Penanganannya.” In GramediaBlog.
Hadjon, Philipus M. 1983. Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Indonesia,. Surabaya; Bina Ilmu.
Hanum, E. 2017. “Dinamika Konflik Tanah Timbul Di Pulau Sarinah Kabupaten Sidoarjo.” Jurnal Politik Indonesia 2(1), 135-.
Harsono, Boedi. 1999. “Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan UndangUndang Pokok Agraria, Isi Dan Pelaksanaannya.” Bandung: Djambatan, 24.
Kartasapoetra, G. 1998. “Hukum Tanah Jaminan UUPA Bagi Keberhasilan Pendapatan Tanah.” Bina Aksara, Jakarta, 49.
Lesmono, Rionaldo Andira. 2022. “Banjir Rob Adalah: Ciri-Ciri, Penyebab, Dampak, Dan Cara Mengatasinya.” LindungiHutan.Com.
Pranita, Ellyvon. 2022. “Tiga Faktor Pemicu Banjir Rob Semakin Tinggi Dan Semakin Sering Terjadi Di Indonesia.” Kompas, Jakarta.
Pulungan, R. 2013. “Status Penguasaan Tanah Timbul (Aanslibbing) Di Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu.” Premise Law Journal 1(2), 1395.
Purnomo, E. 2017. “Tinjauan Hukum Penguasaan Dan Pemilikan Tanah Timbul Di Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan.” Doctoral Dissertation, Universitas Islam Indonesia.
Raka, Mang. 2018. “Tanah Timbul Dilarang Dikuasai.” Radangkarawang.Id.
Rani, Yolin. 1999. “Tinjauan Mengenai Tanah Endapan.” Badan Penerbit UNHAS, Makassar, 31.
Sari, N. L. A. 2021. “Konsep Hak Menguasai Negara Terhadap Tanah Dalam Hukum Tanah (UUPA) Dan Konstitusi.” Ganec Swara 15(1): 991-998.
“SE Bupati Karawang 549/177/Kelauatan 17 Januari 2017.” n.d.
Sembiring, Jimmy Joses. 2010. Panduan Mengurus Sertifikat Tanah. Jakarta: Visimedia.
Siahaan, Mariot P. 2003. “Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (Teori Dan Praktek).” Rajawali Pers, Jakarta, 1.
Hastuti, S. D. 2019. “Pengendalian Pemanfaatan Ruang Melalui Izin Lokasi Dalam Rangka Perolehan Tanah Yang Diperlukan Untuk Usaha.” Doctoral Dissertation, Universitas Airlangga).
Hidayat, Rofi Wahanisa Dan Arif. 2009. “Penguasaan Tanah Timbul (Aanslibbing) Sebagai Dasar Untuk Memperoleh Hak Milik Atas Tanah.” Jurnal Pandecta Volume. II: 2.
Indasari, Y. 2014. “Analisis Yuridis Hak Penguasaan Atas Tanah Timbul Berdasarkan Undang–Undang Pokok Agraria Dan Rencana Tata Ruang Wilayah Di Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu.” Skiripsi. Fakultas Hukum: Universitas Bengkulu, 24.
Varren, Shantika Afny; Andraini, Fitika. 2016. “Aspek Hukum Hak Penguasaan Dan Pendaftaran Tanah Timbul Di Desa Kramat Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal.” Dinamika Hukum 17.2: 50–57.
Undang-Undang Dasar Negara kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33 Ayat (3)
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Pokok Agraria
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penataan Pertanahan Di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Surat Edaran Bupati Karawang 549/177/Kelauatan 17 Januari 2017


