Kurikulum Merdeka Dan Literasi Digital : Evaluasi Infrastruktur Dan Sumber Daya Sekolah
Abstract
Penelitian ini mengevaluasi kesiapan infrastruktur dan sumber daya sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan mengembangkan literasi digital. Kurikulum Merdeka, sebagai reformasi pendidikan terkini di Indonesia, menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, pemikiran kritis, kreativitas, dan pengembangan keterampilan abad ke-21, di mana literasi digital menjadi komponen krusial untuk pembelajaran yang efektif dan kesiapan masa depan. Penelitian ini menginvestigasi dua area utama: ketersediaan dan kecukupan infrastruktur digital (misalnya, konektivitas internet, komputer, proyektor, dan alat pembelajaran digital lainnya) serta sumber daya manusia (misalnya, kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran, keterampilan pedagogi digital, dan akses ke pelatihan yang relevan). Pendekatan metode campuran, yang menggabungkan survei kuantitatif dan wawancara kualitatif dengan sampel beragam kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang sekolah (SD, SMP, dan SMA), digunakan. Temuan penelitian menunjukkan tingkat kesiapan yang bervariasi di antara sekolah-sekolah di berbagai wilayah, dengan beberapa menghadapi tantangan signifikan dalam hal akses terbatas terhadap teknologi yang mutakhir, akses internet yang tidak stabil, dan pelatihan guru yang tidak memadai dalam pedagogi digital. Sebaliknya, sekolah dengan sumber daya yang memadai menunjukkan integrasi alat dan praktik digital yang lebih baik. Rekomendasi meliputi dukungan pemerintah yang terarah untuk pengembangan infrastruktur yang merata, program pengembangan profesional yang berkelanjutan dan relevan bagi guru yang berfokus pada literasi digital dan integrasi pedagogis, serta mendorong kemitraan yang lebih kuat antara sekolah, komunitas lokal, dan penyedia teknologi untuk menjembatani kesenjangan digital dalam pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman implikasi praktis implementasi Kurikulum Merdeka dan mengidentifikasi area-area utama untuk intervensi strategis guna meningkatkan literasi digital di kalangan siswa Indonesia.


