Proses Editing Sebagai Encoding Pesan: Studi Kasus Di Super 8mm Studio

  • Muhammad Fakhri Rizqullah Permana Universitas Institut Pertanian Bogor
  • Abung Supama Wijaya Institut Pertanian Bogor

Abstract

Penyuntingan film bukan sekadar proses teknis, melainkan sebuah praktik komunikatif krusial tempat pesan sinematik dibentuk secara aktif oleh tim penyunting. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana proses penyuntingan offline di Super 8mm Studio dapat dipahami sebagai praktik encoding (pengkodean) pesan, dengan menggunakan kerangka analisis dari teori encoding/decoding Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama Asisten Editor Tsabita Salsabila dan Editor Johan Leonardo dari Super 8mm Studio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran asisten editor dalam menyusun dan merangkai penceritaan dalam sebuah film merupakan encoding tahap awal, sementara peran editor dalam menerapkan "grammar of edit" untuk memberi "nuansa" adalah manifestasi konkret dari proses encoding yang lebih kompleks. Praktik kerja ini mencerminkan "momen produksi" dalam teori Stuart Hall, di mana tim penyunting secara sadar mengemas pesan untuk mengarahkan audiens pada makna yang disukai (preferred meaning).

Published
2025-11-08
How to Cite
Permana, M., & Wijaya, A. (2025). Proses Editing Sebagai Encoding Pesan: Studi Kasus Di Super 8mm Studio. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(11.D), 120-127. Retrieved from http://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/11983